ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
     
     
 
  Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z  
ARTIS

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 030503
PENYANYI
 
INDEX SELEBRITI   

garis

:::::: Selebriti garis

:::::: Selebriti Indonesia garis
:::::::::::: Artis
garis
:::::::::::: Musisi
garis
:::::::::::: Model
garis
:::::::::::: Disainer
garis
:::::::::::: Announcer
garis
:::::::::::: Lainnya
garis
:::::: Selebriti Dunia
garis
:::::: Redaksi
garis

 
 
 
garis
garis
 

 


Nama:
Sophia Inggriani Latjuba
Panggilan:
Sophie
Lahir:
Berlin, 8 Augustus 1970
Tinggi:
175 cm.
Status :
Janda
Tinggi/Berat :
173 cm/54 kg
Anak:
Eva Celia
Ayah:
Azzizurrahman Latjuba
Ibu:
Anna Muller
Filosofi Hidup :
Jalani hidup apa adanya dan jadilah diri sendiri
Filsuf Idola :
Arthur Schopenhauer

Hobbi:
Memasak, Membaca dan Surfing internet.
Bacaan Favorit:
The Beach (Alex Gardues), Oscar Wild
Film Favorit:
Dracula, Trainspotring
Bintang Film Favorit:
Gary Oldman, Kevin Spacey
Penyanyi Favorit:
Prince
Warna Favorit:
Merah
Makanan Favorit:
Indian food.

Filmography
1987 : Bilur - Bilur Penyesalan.
1988 : Setegar Gunung Batu.
1989 : Valentine.
1989 : Rio Sang Juara.
1989 : Ketika Cinta Telah Berlalu.
1990 : Pengantin.
1991 : Catatan Si Boy V.
1991 : Taksi.
1999 : Kuldesak.

Awards:
BASF Awards (1994), "Best Album Arrangement", Hanya Untukmu.
"Best Video Clip", Hold On in Brasou, Romania.
Video Music Indonesia (VMI) Award, Runner Up for "Best Video Clip", Tak Kubiarkan.

Alamat:
Resto Rica-Rica, Jln. Sampit I, Kawasan Blok M, Jakarta Selatan

 

Sophia Latjuba

Tidak Hanya Cantik


Gayanya trendy dan modis, tatapan matanya lembut, senyumnya manis penuh misteri, seakan menjadi hiasan khas artis serba bisa ini. Setelah dua tahun lebih menghilang dari panggung musik Indonesia, ia tiba-tiba muncul membawakan lagu “Kangen” dari grup Dewa dan “Anggrek Bulan” ciptaan A. Riyanto dalam album terbaru Chrisye, “Dekade”, yang menghimpun lagu-lagu lama dari setiap dekade, sejak 1940-an hingga 2000. Lalu ia pun tampil membintangi Sinetron Borju yang kini ditayangkan Trans TV.

Keputusannya untuk kembali menimba ilmu di Universitas Terbuka mengambil jurusan Ilmu Pemerintahan, semakin menunjukkan bahwa ia bukanlah seorang pribadi yang hanya mengandalkan keindahan fisik semata.

Sophia Inggriani Latjuba lahir di Berlin Barat, 8 Agustus 1970. Dalam usianya yang sudah berkepala 3, ia tetap terlihat cantik dan menawan. Intelektualitasnya pun tidak bisa dianggap sebelah mata. Sebagai seorang penyanyi yang pernah membawakan lagu-lagu bernuansa jazz, Sophie, demikan panggilan akrabnya, pernah menjadi host Impressario 008, Famous to Famous dan sempat mewawancarai Maurice Gibb, personil group The Bee Gees yang melakukan promo album terbaru mereka This is Were I came In di Hongkong.

Sophie gemar membaca dan mengoleksi buku yang temanya tergolong berat, seperti filsafat, kebudayaan, biografi, hingga karya-karya sastra bermutu, entah itu dalam edisi edisi Bahasa Inggris maupun Jerman. Kegemarannya membaca buku diwarisi Sophie dari Anna Muller, mamanya yang berdarah Jerman-Yugoslavia. "Sejak kecil mama selalu menganjurkan aku untuk membaca buku," ujar artis yang mengoleksi tak kurang dari 200 judul buku ini. Sedangkan sifat keras kepala dan mandiri diperolehnya dari ayahnya, Azzizurrahman Latjuba, seorang pria berdarah Bugis-Jawa berumur 56 tahun yang sempat terserang stroke tahun 2002 lalu.

Semenjak kecil hingga kelas 2 SD, Sophie lebih banyak diurus oleh ayahnya. Waktu itu ayahnya masih kuliah sehingga lebih banyak di rumah sedangkan ibunya harus bekerja. Baru setelah Sophie duduk di bangku kelas 2 SD, ayahnya mulai bekerja dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. Sophie kecil juga senang ditemani ayahnya bila hendak tidur. Kebiasaannya ini kurang disukai oleh ibunya. Seringkali, Sophie kecil memilih pindah ke kamar orang tuanya dan tidur di antara mereka. Baru pada dini hari, Sophie pindah ke kamarnya sendiri. Kedekatannya semasa kecil dengan sang ayah membuat Sophie sangat sayang pada ayahnya.

Menginjak remaja, Sophie dididik ayahnya dengan tegas. Ia dilarang pulang malam dan bila memberikan uang jajan tidak pernah lebih. Berbeda dengan ibunya, yang royal dengan uang.

Kakek Sophie, (Alm) Machmud Latjuba, adalah seorang mantan tokoh Masyumi asal Bugis. Beliau sempat menjadi diplomat di Kairo, Teheran dan Pakistan. Jadi tidaklah mengherankan bila Sophie akhirnya memilih jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Terbuka untuk memperoleh ijazah sarjana guna mengobati rasa penasarannya karena pendidikan tinggi yang belum dituntaskannya dan memuluskan jalannya untuk menjadi anggota DPR di masa yang akan datang.

Sophie memulai karirnya di dunia modeling. Berkat kerjasama dengan musisi ternama yang juga mantan suaminya, Indra Lesmana, ia mulai mengasah kemampuan bernyanyi dan penguasaan panggung yang kemudian membawanya memperoleh penghargaan BASF Award Best Arrangment untuk album 'Hanya Untukmu' tahun 1994. Tidak cukup sampai di sini saja, ia juga ikut bermain dalam beberapa film seperti Catatan si Boy V, Taksi, Kuldesak dan sebagainya

Wajahnya yang cantik juga turut menghiasi dunia periklanan dan majalah di Indonesia. Iklan-iklan yang dibintanginya seperti iklan jamu Tolak Angin bersama seorang pakar marketing, DR. Rhenald Kasali, Betadine, Country Viesta dan Digitec Turbo termasuk iklan pariwara sabun kecantikan terbaru yang dilakoninya bersama putri tercinta, Eva Celia Lesmana, semakin mengukuhkan namanya sebagai artis papan atas yang masih digemari. Meskipun sempat menghebohkan, karena posenya di salah satu majalah karena dianggap “telanjang”, Sophie terus menekuni profesinya sebagai model, bintang iklan, bintang sinetron, dan presenter.

 *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia), dari berbagai sumber
 
Copyright © 2002 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero