MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::


 
Berita Tokoh  
 
   

MAJALAH TOKOH INDONESIA 22

 

Depthnews

Prospek UN 2006


Saat perdebatan soal ujian nasional (UN) 2005 menghangat, pemerintah sudah menyiapkan aturan untuk UN 2006. Standar nilai minimal kelulusan dianggap masih jauh dari standar internasional. Rencananya, nilai minimal UN 2006 akan dinaikkan menjadi 4,50.

Dari hasil sosialisasi Dirjen Dikdasmen Dr. Indra Jati Sidi kepada para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi se-Indonesia, standar kelulusan UN akan terus bertambah, hingga mencapai standar nilai minimal 6,00. Namun karena banyak protes tentang UN, pada 2008 pemerintah baru berani menargetkan standar nilai minimal 5,00. Padahal tahun lalu, Depdiknas menargetkan pada 2008 standar nilai minimal sudah mencapai 6,00.


Peningkatan standar nilai kelulusan ini dilakukan secara bertahap. Tahun depan, nilai minimal dalam UN sudah ditetapkan 4,50. Artinya, peserta UN akan dinyatakan tidak lulus jika memiliki nilai 4,50 atau kurang.


Yang menarik, pada 2006, UN tidak hanya berlaku bagi siswa SMP, SMA, dan SMK saja, tetapi juga akan diberlakukan bagi siswa SD. Hal ini tentu saja akan menimbulkan polemik. Sebab, ujian nasional bagi SD yang dulu dinamakan Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) sudah dihapus sejak 2002, diganti dengan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Selama ini, pelaksanaan UAS dinilai cukup berhasil. SD-SD dinilai sudah mampu menentukan kelulusan bagi siswanya.


Untuk siswa kelas 6 SD, ada tiga pelajaran yag soalnya dibuat oleh pusat. Yakni pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Untuk pelajaran yang lain, soalnya dibuat oleh sekolah masing-masing.


Kebijakan baru lainnya, untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK, mata pelajaran yang soalnya dibuat secara nasional akan ditambah. Sebelumnya, hanya ada tiga mata pelajaran yang soalnya dibuat secara nasional, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Kini untuk SMP ada empat mata pelajaran dan SMA enam mata pelajaran.


Para siswa SMP akan mengikuti UN untuk pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, ditambah IPA. Untuk SMA setiap jurusan berbeda-beda. Di jurusan IPA, selain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika akan ditambah tiga mata pelajaran: Fisika, Biologi, dan Kimia.


Di jurusan IPS, terdapat pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Antropologi. Sedangkan jurusan bahasa, meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sejarah, Budaya, dan bahasa asing lain.
Sementara itu untuk siswa SMK, ada empat mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Kompentensi Keahlian. Untuk kompetensi keahlian ini berupa ujian praktik sesuai dengan keahlian yang dipilih siswa.


Dengan kebijakan baru ini, bisa dipastikan UN 2006 merupakan UN yang paling berat. Selain standar kelulusannya bertambah, mata pelajarannya juga bertambah secara signifikan. ► mti/mlp

 

*** Majalah Tokoh Indonesia 22

 

MAJALAH TOKOH INDONESIA

 

►Index

►24 ►23 ►22 ►21 ►20 ►19 ►1817 ►16 ►15 ►14 ►13 ►12 ►11 ►10 ►09 ►08 ►07 ►06 ►05 ►04 ►03 ►02 ►01

►EDISI KHUSUS ►P2005

     

Majalah Tokoh Indonesia 22

Aisyah Perempuan Vokalis Senayan

BERITA TOKOH: Bangun Al-Zaytun di Natuna (6) = TOKOH UTAMA: Hj Aisyah Aminy, Perempuan Baja Vokalis Senayan (12) ► Politisi Perempuan Religius (16) ► Perempuan di Ranah Publik (18) ► Nyaris Tertangkap Belanda (21) ► Demi Bangsa dan Negara (23) ► Berkibar di Semua Gelanggang (26) = DEPTHNEWS: Memuaskan, UN di Ma’had Al-Zaytun (30) ► Hasil Ujian Nasional 2005 (32) ► Kilas Balik Ujian Akhir Nasional (33) ►Prospek UN 2006 (34) = KAPUR SIRIH: Perempuan Pemimpin (4) = SURAT: Kang Jalal, dll (3)