MAJALAH TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

 


 
BERITA-15  
 
   

MAJALAH TOKOH INDONESIA 15

 

Koalisi Kebangsaan

Empat partai (Partai Golkar, PDI-P, PPP dan PDS) mendeklarasikan Koalisi Kebangsaan pada Kamis 19 Agustus 2004. Koalisi Kebangsaan itu dimaksudkan untuk memenangkan pasangan Calon Presiden Megawati Soekarnoputri dan Calon Wakil Presiden KH Hasyim Muzadi pada pemilihan umum presiden putaran kedua 20 September 2004, serta sebagai kekuatan politik riil di parlemen mulai dari pusat (DPR) hingga ke daerah (DPRD) di seluruh Indonesia.


Deklarasi yang memuat lima butir perjuangan bersama, serta lima butir bentuk kerjasama, itu dibacakan oleh Sekjen Partai Golkar Budi Harsono dan ditandatangani ketua umum keempat partai tersebut, yakni Akbar Tandjung dari Partai Golongan Karya (Golkar), Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hamzah Haz dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Ruyandi Mustika Hutasoit dari Partai Damai Sejahtera (PDS). Akbar ditetapkan pula sebagai Pemimpin Koalisi.


Dijelaskan, deklarasi itu didasari oleh keinginan luhur untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan semangat Proklamasi Kemerdekaan serta untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Pencetusan Deklarasi Koalisi Kebangsaan itu tak ayal mengulang sekaligus meneguhkan kembali makna hakiki proklamasi.


Pidato-pidato politik yang disampaikan keempat pimpinan partai peserta deklarasi tak lepas pula dari upaya untuk menyegerakan kemenangan bagi Mega-Hasyim.
Deklarasi itu juga dihadiri Ketua Umum Partai Bintang Reformasi KH Zainuddin MZ, Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Karya Peduli Bangsa Hartono, yang menyatakan juga akan bergabung dalam Koalisi kebangsaan tersebut. ► e-ti

 

 

Anugerah Bintang Jasa

Pemerintah menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama, Bintang Jasa Utama dan Bintang Jasa Pratama kepada 12 tokoh Indonesia yang dinilai berjasa di bidangnya masing-masing.

 

Penganugerahan dilakukan Presiden Megawati Soekarnoputri, Sabtu (14/8/2004) di Istana Negara, Jakarta, dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-59 Proklamasi Kemerdekaan RI
Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada empat tokoh yakni guru besar hukum lingkungan Universitas Gadjah Mada Koesnadi Hardjasoemantri, mantan Kepala Kepolisian RI almarhum Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, almarhum Mochtar Lubis, dan tokoh nasional almarhum Ny Hj Supeni.


Para penerima Bintang Mahaputera Utama dinilai berjasa di bidang masing-masing.


Bintang Jasa Utama diberikan kepada 7 tokoh yakni tokoh perempuan Ny Aisyah Amini, Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri Sarundajang, Wakil Ketua II Perkumpulan Budi Kemuliaan Ny Minarsih Soedarpo Sastrosatomo, guru besar Universitas Indonesia/Kepala Bagian Bedah Syaraf Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (RSCM) Jakarta Padmosantjojo, pensiunan ahli peneliti di Pusat Penelitian Kimia LIPI Lindajati Tanuwidjaja, pensiunan ahli peneliti utama pada pusat penelitian bioteknologi LIPI Susono, dan ahli peneliti utama pada pusat penelitian fisika LIPI Suwarto Martosudirdjo.


Sementara Bintang Jasa Pratama diberikan kepada Bupati Hulu Sungai Tengah Saiful Rasyid yang dinilai berhasil dalam mengembalikan fungsi hutan lindung pegunungan Meratus dan juga dinilai berhasil meningkatkan produktivitas pertanian dan mencegah banjir melalui pembangunan irigasi Batang Alai sebagai irigasi pedesaan yang dapat meningkatkan lahan pertanian.


Sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh-tokoh yang pernah mendapatkan anugerah serupa dari pemerintah hadir dalam penganugerahan itu. Antara lain Wakil Presiden Hamzah Haz, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Soenarno, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea, Ketua DPR Akbar Tandjung dan mantan Gubernur DKI Ali Sadikin. ►e-ti



Achmad Bakrie Award 2004

Untuk kedua kalinya, Freedom Institute memberikan Achmad Bakrie Award 2004 kepada cendekiawan Nurcholish Madjid (65), sastrawan Goenawan Mohamad (63) dan fisikawan muda Septinus George Saa (17). Ketiganya dinilai sosok teladan yang memberikan inspirasi bagi bangsa. Nurcholis dan Goenawan mendapat uang masing-masing sebesar Rp 100 juta, sedangkan Age (17) menerima beasiswa pendidikan S1 sd S3 doktor ke universitas mana pun.


Penghargaan diserahkan Ny Rosnia Bakrie, Ny Tati Bakrie, Aburizal Bakrie, dan Ketua MPR Amien Rais pada Sabtu malam 14 Agustus 2004 di Jakarta. Goenawan dan Age hadir menerima langsung penghargaan, sementara Cak Nur diwakili Utomo Dananjaya sesama pendiri Yayasan Paramadina. Cak Nur sedang dirawat di Beijing, China, setelah melakukan transplantasi hati.


Menurut Aburizal Bakrie, pendiri Freedom Institute,berharap Achmad Bakrie Award ini bisa menjadi tradisi setiap 17 Agustus. ► e-ti

 

MAJALAH TOKOH INDONESIA

 

►24 ►23 ►22 ►21 ►20 ►19 ►18 ►17 ►16 ►15 ►14 ►13 ►12 ►11 ►10 ►09 ►08 ►07 ►06 ►05 ►04 ►03 ►02 ►01

     

VOLUME 08

Majalah Tokoh Indonesia 08

TOKOH UTAMA: Syaykh Abdussalam Panji Gumilang = TOKOH PILIHAN: Azyumardi Azra = DEPTHNEWS: Ma'had Al-Zaytun = BERITA TOKOH: Yenti Garnasih, Marimutu Sinivasan, Ajip Rosidi dan Hilman Sulaiman = WAWANCARA: Zone of Peace = TOKOH PENEMU: Thomas Alva Edison dan Paul Ehrlich = SELEBRITI: Marissa Haque = KAPUR SIRIH: Gula dan Semut = BERITA: Citra Pendidikan Modern = SURAT: Tokoh Muhammadiyah dll

 

 

 

 

 

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero