ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  P R O F E S I
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Seniman
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 

 


 
  C © updated 04042004  
   
  ►e-ti/atur  
  Nama:
Surya Dharma Paloh
Lahir:
Kutaraja (Banda Aceh), 16 Juli 1951
Agama :
Islam
Istri:
Rosita Barack (Menikah tahun 1984 di Jakarta)
Anak:
Prananda, lahir di Singapura tahun 1988

Alamat Kantor:
Harian Media Indonesia - Metro TV
Komplek Delta Kedoya
Jalan Pillar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11520

 
 
     

==   1   2   3     6   ==

Surya Dharma Paloh

Tawarkan Restorasi Nasional

 

ia mengikuti Konvensi Partai Golkar dengan menawarkan gagasan restorasi nasional. "Kita akan memperlihatkan ada suatu hal yang pasti bisa diterima negeri ini: Perubahan-perubahan mendasar yang bisa memberikan rasa kebanggaan diri secara pribadi maupun secara kelompok secara keseluruhan kita sebagai anak bangsa," katanya.

Surya Paloh berpotensi mengalahkan para pesaingnya di konvensi Partai Golkar. Ia pun mengusung isu korupsi untuk menggalang kekuatan. Dia menyebutkan untuk bisa melakukan perubahan besar dibutuhkan seorang pemimpin yang tangguh, punya visioner ke depan, punya kejujuran, keteguhan hati, dan kemampuan berkomunikasi. "Seorang Surya, salah satu alternatif," cetus Surya sambil terus berkampanye ke berbagai daerah dengan pesawat jet pribadi miliknya walau mulai disemprit pejabat teras partai untuk berhenti mengkampanyekan tema korupsi.

Pria berkulit sawo ini selalu memelihara brewok hitam tebal untuk membalut pipi dan dagunya. Selalu bicara berapi-api bak orator ulung. Penampilannya sangat meyakinkan mempengaruhi setiap lawan bicara. Surya Paloh yang lahir di Kutaraja, Banda Aceh, 16 Juli 1951 adalah publisher terkemuka dengan sederet prestasi fenomenal baru tingkat dunia di bidang pertelevisian. MetroTV sangat dia banggakan sebagai stasiun televisi berita pertama di Indonesia yang siaran non stop 24 jam sehari. MetroTV terpilih pula sebagai host election watch TV bersama lima stasiun TV terkemuka asing.

Surya Paloh sejak di duduk bangku SMP di tahun 1965 sudah terjun sebagai politikus jalanan memimpin dan menggerakkan massa. Dia adalah Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) subrayon Serbelawan, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. KAPPI dia dirikan untuk melawan pengaruh Partai Komunis Indonesia dan antek-anteknya yang terasa hingga ke perkebunan di sekitar Serbelawan. Sambil berpolitik jalanan Surya aktif pula berbisnis leveransir mensuplai kebutuhan pokok para pekerja perkebunan yang ada di Dolok Merangir, Serbelawan seperti ikan asin, teh, tembakau, minyak goreng, dan lain-lain.

Karir ganda berpolitik dan berbisnis di Serbelawan berakhir tahun 1967 setelah ayahnya Muhammad Daud Paloh dipromosikan menjadi Komandan Kepolisian Resort Tapanuli Utara. Surya memilih meninggalkan Serbelawan untuk hijrah ke Medan dan sekolah di SMA Negeri 7 Medan sambil bekerja sebagai Manajer Travel Biro di Seulawah Air Service. Setamat SMA dia melanjutkan kuliah ke Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH-USU). Surya di Medan tetap menjalankan karir ganda membuat kuliahnya keteter. Dia beralih ke Fisip UISU hingga tamat sarjana tahun 1975.

Di Medan Surya mendirikan Persatuan Putra-Putri ABRI (PP-ABRI) tahun 1968. Sebagai "anak kolong" yang besar di lingkungan asrama polisi yang marak dengan perkelahian sesama "anak kolong" Surya berinisiatif menghimpun semua "anak kolong" itu dalam satu wadah. Dalam pentas politik yang lebih riil setahun kemudian Surya tampil sebagai Ketua Umum Koordinator Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Golkar (Ko-PPM Golkar). Posisi ini menghantarkan dia sebagai seorang calon anggota legislatif termuda berusia 19 tahun di DPRD II Kota Medan pada Pemilu 1971.

Ada banyak catatan emas yang Surya Paloh torehkan saat berpolitik dan berbisnis di Kota Medan, sama halnya di Serbelawan sebelumnya. Peruntungan itu dia ulangi kembali di kota perantauan baru Jakarta sejak tahun 1977 dalam intensitas dan skala yang meninggi. Selain itu Surya mengadu nasib baru sebagai publisher hingga harus mengalami kesendirian sebagai the lone ranger saat memperjuangkan kebebasan dan kemerdekaan pers. Sejak 2 Mei 1986 Surya mulai membangun eksistensi publisher yang selalu menyuarakan perubahan lewat Harian Umum Prioritas.

Surya Paloh harus membayar mahal idealisme luhurnya itu. Prioritas dalam usia 13 bulan dibredel oleh rezim Orde Baru pada 29 Juni 1987 atas nama Permenpen Nomor 1/Per/Menpen/1984 khususnya Pasal 33 butir "h". Pembredelan ini merembet pula ke karir politik Surya di Golkar. Dia urung dilantik menjadi anggota DPR/MPR terpilih tahun 1987. Surya lalu tampil baru menjadi seorang pejuang kebebasan pers.

Surya Paloh pantang menyerah. Dia punya banyak cara memperjuangkan kebebasan pers. Banyak kiat menyiasati Permenpen. Surya juga punya kiat lain memelihara "mesin uang"-nya lewat PT Indocater sebuah perusahaan katering terkemuka. Diam-diam imperium bisnis Surya merasuk hingga ke sektor lain. Surya menggeluti bisnis media massa, hotel, katering, properti, perusahaan marmer, kabel, komputer, dan lain-lain. Semua beraset sekitar Rp 1 triliun lebih didukung 15.000 orang karyawan. ►Majalah Tokoh IndonesiaBIOGRAFI


*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero