| |
C © updated
12122003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
|
|
| |
Nama:
Dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, MA.
Lahir:
Bandung, 28 Januari 1950
Agama:
Kristen
Jabatan:
Ketua Umum Partai Damai Sejahtera
Istri:
Dra. Ophelia Hutasoit
Anak:
Ayah:
Manixius Hutasoit (alm)
Ibu:
Raden Mantria (alm)
Pendidikan:
S1 Kedokteran UKI (1980)
Pasca Sarjana dalam bidang Urologi di Free University Amsterdam
(1986-1988)
Spesialis Urologi lulusan Kedokteran UI (1996)
Master of Art (MA) bidang Pastoral Konseling dari STT Doulos, Jakarta
Pekerjaan & Organisasi:
Pimpinan dari Tabloid Jemaat Indonesia
Praktek dokter dan staf pengajar di UKI (Universitas Kristen Indonesia)
Ketua Yayasan Doulos
Ketua Prayer Comitee untuk SEACOE (South East Asia Conference on
Evangelism) yang bekerjasama dengan Billy Graham Evangelism Association)
Ketua dari Jaringan Doa Sekota (JDS)
Sekretaris Umum (1999-2001)
Ketua II dari Persekutuan Injili Indonesia (PII) (1988)
Penghargaan:
Tokoh Peduli Narkotika Nasional 2001
Alamat Kantor:
Jl. Bulevard Artha Gading Niaga Blok B No.10 Jakarta Utara Telp: (021)
45850517, Fax: (021) 45850518, E-mail: berita @partaidamaisejahtera.com
|
|
| |
|
|
|
|
Dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U, MA
Damai Sejahtera bagi Bangsa
Ketua Yayasan Doulos dan Yayasan Bersinar bagi Bangsa, ini mendeklarasikan
Partai Damai Sejahtera (PDS) 28 Oktober 2001 demi damai sejahtera bagi
bangsa. Setelah PDS dinyatakan lulus verifikasi faktual di 21 provinsi dan
mendapat urutan nomor 19 Parpol peserta Pemilu 2004, kemudian partai ini
secara resmi menetapkan Ruyandi Hutasoit selaku Ketua Umum PDS sebagai
calon presiden pada Pemilu 2004.
Tentang pencalonan presiden ini, Ruyandi dalam jumpa pers di Hotel
Indonesia, Jakarta, kamis 11/12/03 malam mengatakan meskipun dipandang
sebelah mata, ia tetap optimis akan maju. Baginya kepentingan utama PDS
dalam pencalonan presiden ini bukan soal terpilih atau tidaknya, tetapi
merupakan ujian komitmen kebersamaan bangsa yang tidak diskriminatif.
“Sejauh mana bangsa ini mengapresiasi kelompok minoritas sehingga dunia
luar dapat melihat bahwa Indonesia bukanlah negara agama, namun negara
demokrasi Pancasila.
Karakter dari partai ini memang tidak lepas dari ketua umumnya, Dr.
Ruyandi Hutasoit, Sp.U, MA. Pria Batak kelahiran Bandung, 28 Januari 1950
ini dikenal sebagai aktivis gereja. Ayahnya Manixius Hutasoit (alm) adalah
mantan Sekjen P & K dan Bapenas yang juga menjadi salah satu tokoh
Parkindo. Sedangkan sang Ibu, Raden Mantria (alm) yang berasal dari
Bandung Jawa Barat semasa hidupnya dipercaya untuk memimpin beberapa
lembaga, seperti Ketua Mata Indonesia, Ketua Perwari, Ketua Kowani, Ketua
Keluarga Berencana Nasional, dan sebagainya.
Dr. Ruyandi menyelesaikan studi kedokterannya di UKI tahun 1980. Kemudian
meneruskan pendidikan Pasca Sarjana dalam bidang Urologi di Free
University Amsterdam tahun 1986-1988. Memperoleh gelar Spesialis Urologi (Sp.U)
tahun 1996 dari Universitas Indonesia. Di tahun yang sama, mendapat gelar
Master of Art (MA) bidang Pastoral Konseling dari STT Doulos Jakarta. Pada
31 Oktober 1981, ia menikah dengan seorang gadis asal Minahasa bernama Dra.
Ophelia Hutasoit, alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Semenjak Oktober 1974 (bertobat), Ruyandi mulai serius menjalani iman
Kristennya.
Ruyandi kemudian terpanggil untuk membawa jawaban dan harapan bagi mereka
yang kurang beruntung dengan mendirikan Yayasan Doulos pada 1984, sebuah
Yayasan Kristen yang bergerak dalam bidang penginjilan dan pemuridan,
pusat rehabilitasi untuk sakit jiwa, kerasukan setan, konsultasi hukum,
sekolah teologia jurusan S1 untuk PAK (Pendidikan Agama Kristen), pastoral
healing, S2 untuk pastoral konseling.
Yayasan Doulos juga dikenal menonjol karena memiliki bidang perawatan yang
menangani kasus-kasus penyalahgunaan narkoba dan gangguan jiwa. Berkat
pelayanannya melalui yayasan ini, Panitia Penyelenggaraan Penganugerahan
Tokoh Peduli Narkoba Nasional, yang diketuai oleh Prof. Dr. A. Mone,
menetapkannya sebagai salah satu tokoh yang memenuhi kriteria untuk
menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Narkotika Nasional 2001.
Dalam bidang pendidikan dan peningkatan kesejahteraan, ia memimpin Yayasan
Bersinar bagi Bangsa, yang peduli terhadap generasi muda yang tidak
mendapat kesempatan mengecap pendidikan dengan memberikan beasiswa mulai
dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Beasiswa itu disalurkan
melalui program kerjasama yang disebut POTA (Pelayanan Orang Tua Asuh).
Keberadaan POTA terbukti diakui oleh lembaga Internasional karena mendapat
dukungan penuh dari UNICEF.
Kepiawaian anak bungsu dari enam bersaudara ini dalam hal kepemimpinan
bisa dilihat dari kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk duduk sebagai
Ketua II dari Persekutuan Injili Indonesia (PII) pada tahun 1988. PII
adalah sebuah lembaga Kristen yang menaungi 86 sinode gereja dan 117
lembaga/yayasan. Tidak hanya itu, ia juga dipercaya menjadi Ketua dari
Jaringan Doa Sekota (JDS), sebuah jaringan terbesar di 113 kota yang ada
di Indonesia. JDS merupakan salah satu bentuk dalam JDN (Jaringan Doa
Nasional) yang dipimpin oleh DR. Iman Santoso. Dalam JDN, ia menduduki
posisi Sekretaris Umum dari tahun 1999 - 2001.
Kiprahnya di ladang pelayanan terus berkembang. Dia kerap diundang menjadi
pembicara dalam berbagai seminar dan acara keagamaan di berbagai daerah.
Ia juga dipercaya untuk menduduki posisi sebagai Ketua Prayer Comitee
untuk SEACOE (South East Asia Conference on Evangelism) yang bekerjasama
dengan Billy Graham Evangelism Association) asal Amerika yang sudah
mendunia.
Kini, selain memimpin Partai Damai Sejahtera, ahli bedah Urologi RS UKI
ini juga dosen di Fakultas Kedokteran UKI dan di Sekolah Tinggi Teologia (STT)
Doulos. * Majalah Tokoh Indonesia. ==>
BIOGRAFI
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|