MAJALAH TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  MAJALAH TI
 ► Index MTI
 ► Volume 05
 ► Volume 04
 ► Volume 03
 ► Volume 02
 ► Volume 01
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
BERITA - 05  
 
   

Citra dan Peluang Jusuf Kalla

Jusuf Kalla yang kini mengikuti konvensi calon presiden Partai Golkar, merupakan sosok yang bercitra positif di mata tokoh dan masyarakat, baik dari teman satu partai maupun partai lain. Beberapa partai malah sudah meminangnya untuk disandingkan sebagai presiden atau wakil presiden. Tapi, ia menyatakan semua itu tergantung pada organisasi politiknya, yakni Golkar. Berikut petikan pendapat tokoh dan masyarakat yang direkam TokohIndonesia DotCom.

 

Hidayat Nur Wahid, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera

Citranya Positif


Pak Jusuf Kalla punya keinginan untuk menjadi calon presiden dari Golkar. Citra dirinya cukup positip apalagi ia berhasil memunculkan Malino I dan Malino II. Kemudian tidak terlibat dalam beragam skandal. Dia seorang pengusaha, oleh karenanya, mungkin harapan untuk kebangkitan ekonomi bisa ia lakukan, karena proyeksinya ke arah itu. Tetapi yang menjadi masalah adalah ia bukan pimpinan Golkar, sehingga kemungkinan untuk memenangkan konvensi Golkar tidak besar.


Kalau ia tidak menang di Golkar, saya kira ia sulit untuk memenangkan calon presiden Indonesia. Sebab jika PDIP melirik dia untuk menjadi Wapres misalnya, PDIP akan memilih dia kalau memang ia didukung oleh Golkar. Karena PDIP tidak akan mendukung orang yang tidak punya dukungan oleh partainya sendiri dan dukungan massa. Jadi apakah beliau akan berhasil atau tidak itu tergantung dari apakah ia akan lolos dalam konvensi Golkar atau tidak.


Menurut kriterianya apakah Jusuf Kalla masuk dalam kriteria yang ditentukan oleh PKS?


Ya secara umum masuk, sekali pun yang masuk itu seperti kalau orang lulus ujian dengan nilai A, B, C, tetap ada peringkat-peringkatnya. Karena kami akan menyiapkan tim seleksi khusus.

M.Yunus (46), Pengemudi Taksi

Orang Kaya yang Tidak Serakah


Pak Jusuf Kalla itu seorang konglomerat. Tapi biar pun kaya-raya, ia tidak terlihat hidup bermewah-mewah. Penampilannya sederhana saja. Menurut yang saya dengar beliau juga sangat taat beragama. Maka saya yakin, kalau beliau menjadi presiden, tidak akan melakukan korupsi. Soalnya, ia menjadi presiden bukan lagi untuk mencari uang. Uangnya kan sudah amat banyak. Apalagi beliau bukan orang yang serakah.


Jadi saya sangat setuju bila beliau yang menjadi presiden. Sebab presiden itu harus menjadi teladan. Beliau itu bisa menjadi teladan untuk memberantas korupsi. Dan karena beliau tidak korupsi, maka pasti beliau berani memberantas korupsi.


Di samping itu, kelihatan-nya beliau seorang negarawan. Jiwa kebangsaannya juga tinggi. Beliau juga orang yang berani dan berjiwa damai. Kalau tidak salah, beliau yang memimpin perdamaian di Poso dan Maluku. Padahal posisinya hanya sebagai Menko Kesra bukan Menko Polkam. Apalagi bila nanti beliau menjadi presiden, pasti mampu mempersatukan dan menciptakan rasa damai di tengah bangsa ini.

Slamet E. Jusuf, Ketua DPP Partai Golkar

Berpeluang Menang, Apalagi Jadi Cawapres


Sebagai Menko Kesra ia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Bahkan saya melihat ia melakukan hal-hal yang sebenarnya dan seharusnya adalah tugas dari Menko Ekonomi dan Menko Polkam.


Belum lama ini ia berbicara untuk mendorong turunnya suku bunga. Karena bagi dia salah satu aspek yang perlu dibangun dalam meningkatkan kesejahteraan sosial adalah lapangan kerja.


Lapangan kerja hanya bisa dibangun kalau ada tempat orang bekerja, termasuk sektor riil bangkit, invenstasi ada, dan itu baru bisa ada kalau suku bunga itu rendah. Sehingga untuk itulah suku bunga perlu ditekan serendah mungkin.


Saat ini, Jusuf Kalla kita lihat banyak membangun loby-loby dengan kalangan perbankan. Dalam waktu dua bulan ini pekerjaannya itu. Agak menarik jika Menko Kesra melakukan itu, dan ternyata sudah ada hasilnya.


Dia itu memang orang yang punya kemampuan dalam mengambil keputusan, tahu langkah dan risiko-risiko apa serta memperhi-tungkan risiko itu, termasuk jalan keluarnya jika risiko itu muncul. Mungkin karena ia punya latarbelakang pendidikan ekonomi juga pelaku ekonomi, sehingga ia sudah tahu seluk-beluk dunia ekonomi.


Mengenai peluang Jusuf Kalla memenangkan konvensi Partai Golkar, Slamet mengatakan Jusuf Kalla mempuyai peluang dan kesempatan, namun pada akhirnya itu semua tergantung konvensi.


Karena saya panitia tentu saya tidak dapat berbicara banyak. Dari sudut kapasitas kemampuan dan representasi dirinya (karena ia mewakili luar Jawa, wilayah timur) ia berpeluang. Sebab itu dapat diartikan bahwa integritas atau keutuhan nasional itu kita pertahankan.


Dalam konvensi, Partai Golkar hanya menjaring Capres. Tetapi ketika pra-konvensi kita menentukan lima orang. Lalu di Rapim diputuskan bahwa jika Partai Golkar tidak memperoleh suara yang signifikan, akan membangun koalisi dan apabila Partai Golkar hanya bisa menempatkan Cawapres dalam koalisi itu, maka penentuan capres Golkar diambil dari keranjang lima orang tadi. Kalau yang terjadi seperti itu Jusuf Kalla bisa menjadi pilihan bahkan oleh partai lain. * m-ti

     
WAWANCARA

Theo L Sambuaga

Langkah Konkrit Memberantas Korupsi

Pertama, aparatur pemerintahan harus berdasarkan sistem good governance. Kedua, civil society harus kuat. Sektor negara seperti pemerintah, MA, BPK dan sektor masyarakat seperti pers, mahasiswa, LSM, Parpol harus diberdayakan. Semuanya ini harus kuat tidak hanya di Pemilu saja tetapi setelah Pemilu terus diperkuat.

 

 

OPINI

Rauf Purnama

Pupuk dan Nilai Tambah

Kekuatan utama ekonomi bangsa ini adalah kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Se-mentara dasar dan pilarnya adalah per-tanian. Maka untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional perlu diprioritaskan peningkatan nilai tambah pertanian dengan menggunakan pupuk majemuk. ........................ 6

 

Telah Terbit

Majalah Tokoh Indonesia Vol-05

TOKOH UTAMA Theo L Sambuaga = TOKOH PILIHAN Betti Alisjahbana dan Muhammad Taufik = OPINI Rauf Purnama = TOKOH DUNIA Shirin Ebadi = SELEBRITI Lulu Tobing, Dewi Lestari dan Richard Gere = TOKOH NEWS AT Mahmud, Wiranto, Erros Djarot, Sri Soemantri dan Ali Alatas. Dapatkan di Gramedia, Gunung Agung dan Agen-Agen.

 

 
Copyright © 2002-2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero