|
Citra dan Peluang Jusuf Kalla
Jusuf Kalla yang kini mengikuti konvensi calon presiden Partai Golkar,
merupakan sosok yang bercitra positif di mata tokoh dan masyarakat, baik
dari teman satu partai maupun partai lain. Beberapa partai malah sudah
meminangnya untuk disandingkan sebagai presiden atau wakil presiden. Tapi,
ia menyatakan semua itu tergantung pada organisasi politiknya, yakni
Golkar. Berikut petikan pendapat tokoh dan masyarakat yang direkam
TokohIndonesia DotCom.
Hidayat Nur Wahid,
Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera
Citranya Positif
Pak Jusuf Kalla punya keinginan untuk menjadi calon presiden dari Golkar.
Citra dirinya cukup positip apalagi ia berhasil memunculkan Malino I dan
Malino II. Kemudian tidak terlibat dalam beragam skandal. Dia seorang
pengusaha, oleh karenanya, mungkin harapan untuk kebangkitan ekonomi bisa
ia lakukan, karena proyeksinya ke arah itu. Tetapi yang menjadi masalah
adalah ia bukan pimpinan Golkar, sehingga kemungkinan untuk memenangkan
konvensi Golkar tidak besar.
Kalau ia tidak menang di Golkar, saya kira ia sulit untuk memenangkan
calon presiden Indonesia. Sebab jika PDIP melirik dia untuk menjadi Wapres
misalnya, PDIP akan memilih dia kalau memang ia didukung oleh Golkar.
Karena PDIP tidak akan mendukung orang yang tidak punya dukungan oleh
partainya sendiri dan dukungan massa. Jadi apakah beliau akan berhasil
atau tidak itu tergantung dari apakah ia akan lolos dalam konvensi Golkar
atau tidak.
Menurut kriterianya apakah Jusuf Kalla masuk dalam kriteria yang
ditentukan oleh PKS?
Ya secara umum masuk, sekali pun yang masuk itu seperti kalau orang lulus
ujian dengan nilai A, B, C, tetap ada peringkat-peringkatnya. Karena kami
akan menyiapkan tim seleksi khusus.
M.Yunus (46),
Pengemudi Taksi
Orang Kaya yang Tidak Serakah
Pak Jusuf Kalla itu seorang konglomerat. Tapi biar pun kaya-raya, ia tidak
terlihat hidup bermewah-mewah. Penampilannya sederhana saja. Menurut yang
saya dengar beliau juga sangat taat beragama. Maka saya yakin, kalau
beliau menjadi presiden, tidak akan melakukan korupsi. Soalnya, ia menjadi
presiden bukan lagi untuk mencari uang. Uangnya kan sudah amat banyak.
Apalagi beliau bukan orang yang serakah.
Jadi saya sangat setuju bila beliau yang menjadi presiden. Sebab presiden
itu harus menjadi teladan. Beliau itu bisa menjadi teladan untuk
memberantas korupsi. Dan karena beliau tidak korupsi, maka pasti beliau
berani memberantas korupsi.
Di samping itu, kelihatan-nya beliau seorang negarawan. Jiwa kebangsaannya
juga tinggi. Beliau juga orang yang berani dan berjiwa damai. Kalau tidak
salah, beliau yang memimpin perdamaian di Poso dan Maluku. Padahal
posisinya hanya sebagai Menko Kesra bukan Menko Polkam. Apalagi bila nanti
beliau menjadi presiden, pasti mampu mempersatukan dan menciptakan rasa
damai di tengah bangsa ini.
Slamet E. Jusuf,
Ketua DPP Partai Golkar
Berpeluang Menang, Apalagi Jadi Cawapres
Sebagai Menko Kesra ia melakukan tugasnya dengan sangat baik. Bahkan saya
melihat ia melakukan hal-hal yang sebenarnya dan seharusnya adalah tugas
dari Menko Ekonomi dan Menko Polkam.
Belum lama ini ia berbicara untuk mendorong turunnya suku bunga. Karena
bagi dia salah satu aspek yang perlu dibangun dalam meningkatkan
kesejahteraan sosial adalah lapangan kerja.
Lapangan kerja hanya bisa dibangun kalau ada tempat orang bekerja,
termasuk sektor riil bangkit, invenstasi ada, dan itu baru bisa ada kalau
suku bunga itu rendah. Sehingga untuk itulah suku bunga perlu ditekan
serendah mungkin.
Saat ini, Jusuf Kalla kita lihat banyak membangun loby-loby dengan
kalangan perbankan. Dalam waktu dua bulan ini pekerjaannya itu. Agak
menarik jika Menko Kesra melakukan itu, dan ternyata sudah ada hasilnya.
Dia itu memang orang yang punya kemampuan dalam mengambil keputusan, tahu
langkah dan risiko-risiko apa serta memperhi-tungkan risiko itu, termasuk
jalan keluarnya jika risiko itu muncul. Mungkin karena ia punya
latarbelakang pendidikan ekonomi juga pelaku ekonomi, sehingga ia sudah
tahu seluk-beluk dunia ekonomi.
Mengenai peluang Jusuf Kalla memenangkan konvensi Partai Golkar, Slamet
mengatakan Jusuf Kalla mempuyai peluang dan kesempatan, namun pada
akhirnya itu semua tergantung konvensi.
Karena saya panitia tentu saya tidak dapat berbicara banyak. Dari sudut
kapasitas kemampuan dan representasi dirinya (karena ia mewakili luar Jawa,
wilayah timur) ia berpeluang. Sebab itu dapat diartikan bahwa integritas
atau keutuhan nasional itu kita pertahankan.
Dalam konvensi, Partai Golkar hanya menjaring Capres. Tetapi ketika
pra-konvensi kita menentukan lima orang. Lalu di Rapim diputuskan bahwa
jika Partai Golkar tidak memperoleh suara yang signifikan, akan membangun
koalisi dan apabila Partai Golkar hanya bisa menempatkan Cawapres dalam
koalisi itu, maka penentuan capres Golkar diambil dari keranjang lima
orang tadi. Kalau yang terjadi seperti itu Jusuf Kalla bisa menjadi
pilihan bahkan oleh partai lain. * m-ti |
|
OPINI
Rauf Purnama
Kekuatan utama ekonomi bangsa ini adalah
kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Se-mentara dasar dan pilarnya
adalah per-tanian. Maka untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus
memperkuat ketahanan pangan nasional perlu diprioritaskan peningkatan
nilai tambah pertanian dengan menggunakan pupuk majemuk.
........................ 6
Telah Terbit
TOKOH UTAMA
Theo L Sambuaga = TOKOH PILIHAN
Betti
Alisjahbana dan
Muhammad Taufik
= OPINI Rauf
Purnama = TOKOH DUNIA
Shirin Ebadi =
SELEBRITI Lulu
Tobing, Dewi
Lestari dan
Richard Gere = TOKOH NEWS
AT Mahmud,
Wiranto,
Erros Djarot,
Sri Soemantri
dan Ali Alatas.
Dapatkan di Gramedia, Gunung Agung dan Agen-Agen.
|
|