MAJALAH TOKOH INDONESIA
Search     A   B     D     F       I       L     N   O   P   Q   R   S     U     W     Y   Z
BERITA

:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::

C © updated 010803
MTI VOL 04
 ► POLING
 
 ► Selamat HUT
 ► Poling Tokoh
 ► Kirim Pesan
 ► Beritahu Teman
 ► Search
 ► Majalah
 ► Redaksi
 
garis
garis

 

Jadual Partai Golkar

Mencari Calon Presiden

Partai Golkar menggelar konvensi untuk mencari bakal calon presiden yang akan bertarung pada Pemilu Presiden 2004. Langkah partai berlambang pohon beringin ini dinilai berbagai kalangan sebagai terobosan baru untuk menemukan calon presiden terbaik, sekaligus sebagai sebuah proses pembelajaran politik. Dengan konvensi ini, partai ini tampaknya berhasil ‘mencuri’ start kampanye Pemilu 2004 dengan sangat cantik.

 

Selain itu, konvensi ini dinilai berhasil mengundang perhatian publik sekaligus mengangkat citra partai yang berkuasa selama 32 tahun pada era Orde Baru itu. Teriakan dari sementara orang yang meminta partai ini dibubarkan, seperti tertelan bumi dengan ramainya publikasi mengenai konvensi ini. Bahkan, menurut Ketua Pelaksana Harian Panitia Konvensi Partai Golkar Slamet Effendy Jusuf, kemenangan pertai ini kini sudah menjadi kebutuhan nasional.

 

Hingga batas terakhir pengajuan nama bakal calon presiden oleh Dewan DPD I Partai Golkar seluruh Indonesia, pukul 24.00 Rabu 30 Juli 2003, panitia Konvensi Pemilihan Calon Presiden Partai Golkar telah menerima 33 nama. Lima besar di antaranya adalah Surya Paloh dan Aburizal Bakrie masing-masing didukung 27 DPD, Wiranto 25 DPD, Jusuf Kalla 24 DPD, dan Akbar Tandjung 21 DPD.

 

Sementara itu, Nurcholish Madjid yang memperoleh dukungan dari 14 DPD secara resmi menyatakan mundur dari peserta konvensi Partai Golkar. Dia mengemukakan dua alasan pokok pengunduran dirinya, yaitu perbedaan nilai dan platform dalam menegakkan good governance dan keikutsertaan Akbar Tandjung dalam konvensi (sebagai the last hard proof - bukti kuat terakhir).

 

Paada sore hari sebelumnya, Akbar Tandjung telah mengambil formulir dan menyatakan siap mengikuti konvensi. Akbar mengemukakan dua alasan yang mendorongnya ikut konvensi, yakni permintaan dari berbagai ormas dan DPD I Partai Golkar dan karena kelembagaan sebagai Ketua Umum Golkar merasa patut ikut konvensi.

 

Jadual Konvensi

Konvensi ini secara resmi diluncurkan Kamis 10 Juli 2003 oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar. Sehari berikutnya, 11 Juli sampai 30 Juli 2003 dilanjutkan pengusulan bakal calon presiden oleh oleh DPD I Partai Golkar, Ormas nasional dan 500 dukungan perorangan dari lima provinsi. Pendaftaran bakal calon juga dimulai 11 Juli sampai 7 Agustus 2003. Dilanjutkan verifikasi bakal calon pada 1-19 Agustus 2003.

 

Kemudian 21 Agustus -10 Oktober 2003 diberi kesempatan kepada para bakal calon untuk menyosialisasi-kan visi, misi dan programnya ke sekurang-kurangnya tujuh provinsi. Bentuknya berupa kegiatan kampa-nye monologis, dialogis, diskusi interaktif di media elektronik dan kegiatan sosial.

 

Hampir bersamaan, konvensi daerah kabupaten/kota diselengga-rakan 1 September sampai 8 Okto-ber. Pada fase ini DPD kabupaten/kota menyaring calon menjadi lima melalui voting tertutup dengan hak suara DPD kabupaten/kota 3 suara (voting block), pengurus kecamatan masing-masing 1 suara, DPD AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Lima besar bakal calon disampaikan ke DPD provinsi.

 

Sementara, konvensi DPD provinsi diselenggarakan antara 7 September sampai 15 Oktober 2003. Di sini bakal calon disaring lagi melalui voting tertutup dengan hak suara DPD provinsi 3 suara (voting block), DPD kabupaten/kota masing-masing 1 suara, DPD AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Lima besar bakal calon disampaikan ke tingkat nasional.

 

Kemudian 16-18 Oktober 2003 dilanjutkan nominasi bakal calon yakni calon yang didukung sekurang-kurangnya lima DPD provinsi ditetapkan berhak mengikuti prakonvensi.

 

Prakonvensi Nasional digelar pada 20-23 Oktober 2003. Pada fase ini bakal calon disaring lagi menjadi lima calon melalui voting tertutup dengan hak suara DPP 18 suara (voting block), DPD provinsi masing-masing 3 suara (voting block), DPD kabupaten/kota masing-masing 1 suara, DPP AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Lima besar bakal calon ditetapkan untuk mengikuti Konvensi Nasional.

 

Konvensi Nasional digelar pada 11-13 Februari 2004. Ini tahap terakhir pemilihan satu calon presiden Partai Golkar melalui voting tertutup dengan hak suara DPP 18 suara (voting block), DPD provinsi masing-masing 3 suara (voting block), DPD kabupaten/kota masing-masing 1 suara, DPP AMPG, KPPG, Soksi, Kosgoro, MKGR, AMPI, HWK, Al-Hidayah, MDI dan Satkar Ulama masing-masing 1 suara. Pada tahap ini terpilihlah satu calon presiden Partai Golkar. *e-ti

  WAWANCARA

Slamet Effendy Jusuf

Kemenangan Golkar Kebutuhan Nasional

Partai Golkar bakal pemenang lagi. Kenapa? Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu ini mengatakan karena keberadaan dan kemenangan Partai Golkar dalam Pemilu 2004 sudah menjadi kebutuhan nasional (national need). Menurutnya, bangsa ini sangat memerlukan suatu kekuatan yang bisa membangun kembali stabilitas politik dan keamanan, sebagai prasyarat untuk membangun kembali perekonomian Indonesia

 

Copyright © 2003 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero