| |
C © updated 25032006 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti |
|
| |
Nama:
Prof Dr Wiwik Sringatin Subowo
Lahir:
-
-
Pendidikan:
- S-3 Institut Teknologi Bandung bidang Fisika Material atau
Polimer (1980)
Pekerjaan:
Peneliti Polimer dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia
|
|
| |
|
|
|
|
| WIWIK SRINGATIN HOME |
|
|
 |
Wiwik Sringatin Subowo
Penemu Plastik Ramah Lingkungan
Peneliti polimer dari Pusat Penelitian Fisika Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI), ini memperoleh gelar profesor riset, atas ketekunannya
meneliti dan menghasilkan temuan plastik ramah lingkungan karena bisa
terurai—dengan bahan campuran pati jagung terlapisi dan polietilen,
yaitu polimer sintetis berbasis petroleum.
Prof Dr Wiwik Sringatin Subowo (64), dikukuhkan sebagai guru besar riset
dalam sidang yang dipimpin Ketua LIPI Prof Dr Umar A Jenie dan Wakil
Ketua LIPI Prof Dr Lukman Hakim, Kamis (23/3/2006).
Temuan ini penting mengingat plastik yang kita gunakan sehari-hari
umumnya tidak mudah terurai dan penggunaannya kian meluas karena aspek
manfaatnya yang besar. Namun, karena sifatnya yang tidak terdegradasi
(tidak terurai), plastik menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan.
Limbah plastik jadi masalah besar di kota-kota besar. Hanya sebagian
kecil limbahnya dapat didaur ulang, sisanya jadi pencemar lingkungan.
Dr Wiwik melakukan penelitian sejak menjadi mahasiswa S-3 Institut
Teknologi Bandung bidang Fisika Material atau Polimer (1980), tentang
”Pertumbuhan Indeks Karbonil pada Proses Degradasi Polipropilen oleh
Iradiasi Sinar Ultraviolet”. Hal itu membawa Wiwik meraih gelar doktor
(1986) berpredikat sangat memuaskan.
Temuan plastik baru ini dapat terurai hingga 25 persen dalam waktu
setahun karena menggunakan bahan organik dan memiliki pori lebih lebar.
Wiwik juga menemukan bahan pengganti serat kaca (glass wool) dan
sterofoam, berupa material teknis densitas rendah berbahan baku serat
kapok. Ini adalah peredam suara dan lapisan peredam benturan pada helm.
Wiwik mendapat paten formula plastik ramah lingkungan Poliblen Pesicorn
(Poly Ethyl Silicon Oil Corn) itu tahun 2003. Sejak bekerja di LIPI
(1972) Wiwik terlibat dalam kerja sama penelitian ASEAN-Jepang sebagai
koordinator proyek.
Ia bekerja sama dengan National Institute of Materials and Chemical
Research Tsukuba Jepang. (Kompas, 25 Maret 2006) ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|