|
Litbang Kompas
Sudah menjadi pengetahuan umum, militer di Indonesia yang menjelma dalam
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)-kini Tentara Nasional
Indonesia (TNI) plus Polisi Republik Indonesia (Polri)-adalah satu
komponen negara yang memiliki nilai politis dan strategis tersendiri.
Meskipun senantiasa menampilkan citra solid dan independen, namun hubungan di antara
berbagai kelompok kepentingan di dalamnya tidak selalu berjalan harmonis.
Mulai Pulih
Jakarta, 31/05/2006: Mantan Presiden Soeharto diizinkan meninggalkan
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) setelah dirawat selama 27 hari, sejak
4 - 31 Mei 2006. Jenderal bintang lima itu sempat menjalani operasi
pemotongan usus sepanjang 40 sentimeter. Tim Dokter Kepresidenan menilai
kondisi kesehatan Pak Harto sudah makin membaik sehingga bisa pulang dan
selanjutnya akan dirawat di rumah.
Presiden SBY:
Jakarta 12/5/2006: Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mengungkapkan bahwa
Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan telah menerbitkan SKPP (surat ketetapan
penghentian penuntutan) Pak Harto karena alasan kesehatan (Kamis
11/5/06). Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampak masih ragu
dalam memutuskan penyelesaian politik, sehingga masih diendapkan.
Presiden SBY:
Jakarta 11/05/06: Pemerintah tidak akan melanjutkan perkara mantan
Presiden Soeharto di pengadilan, yang selama ini terhenti karena alasan
kesehatan. Hal ini dinyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu
(10/5/06) malam, setelah mengadakan pertemuan dengan para pimpinan
lembaga tinggi negara.
Penghargaan Golkar
Jakarta, Kompas, 25/11/2005: Setelah melalui proses yang panjang, Partai
Golongan Karya akhirnya sepakat memberi penghargaan Anugerah Bhakti
Pratama kepada mantan Presiden Soeharto, yang juga mantan Ketua Dewan
Pembina Golkar di era Orde Baru.
Tajuk KOMPAS
Jakarta 276/2005: SELAMA ini jika kita berbicara tentang Orde Baru, maka
yang selalu menonjol adalah sisi buruknya. Padahal, sebenarnya banyak
pelajaran yang bisa kita petik dan kita jadikan pengalaman dalam segala
macam aspeknya. Dari sanalah kita bisa memilah mana hal yang baik dan
mana hal yang buruk.
Setelah Dirawat Tujuh Hari
Jakarta 11/5/2005: Mantan Presiden Soeharto diizinkan pulang dari Rumah
Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Rabu 11/5/2005 sekitar pukul 17.00 WIB,
setelah dirawat selama tujuh hari karena pendarahan usus. Pak Harto
meninggalkan rumah sakit dengan jarum infus di tangan kirinya, didorong
duduk di kursi roda diiringi putri sulungnya, Siti Hardijanti Rukmana.
Masih Dirawat di RSPP
JAKARTA 9/5/2005: Kondisi kesehatan mantan Presiden Soeharto sudah mulai
membaik. Siti Hediati yang
akrab disapa Titik, putri keempat Pak Harto, mengatakan hal itu kepada wartawan usai
membesuk ayahnya yang tengah dirawat di ruang 604 RSPP, Jakarta Selatan, Minggu 8/5/2005.
Pak Harto
JAKARTA 7/5/2005: Mantan Presiden RI Soeharto kembali masuk rumah sakit. Mantan
penguasa Orde Baru tersebut dilarikan ke RS Pusat Pertamina (RSPP)
Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis 5/5/2005, karena sejumlah gangguan kesehatan.
Termasuk, komplikasi saluran pencernaan dan jantung yang pernah
diidapnya.
|
|
|
|
HM Soeharto (1)
Haji Muhammad Soeharto, dipanggil akrab Pak Harto, adalah sosok nama besar
yang memimpin Republik Indonesia, selama 32 tahun. Suatu kemampuan
kepemimpinan luar biasa yang harus diakui oleh teman dan lawan politiknya
(senang atau tidak). Ia menggerakkan pembangunan dengan strategi Trilogi
Pembangunan (stabilitas, pertumbuhan dan pemerataan). Bahkan sempat
mendapat penghargaan dari FAO atas keberhasilan menggapai swasembada
pangan (1985). Maka, saat itu pantas saja ia pun dianugerahi penghargaan
sebagai Bapak Pembangunan Nasional.
Majalah Tokoh Indonesia 24 Edisi Khusus 60 Tahun RI
DAFTAR ISI ► DEPTHNEWS:
► 60 Tahun Republik
Indonesia. Gerak Pembangunan di Era Enam Presiden ►
Pembangunan di
Era Bung Karno: = Gelora Politik Revolusioner ►
Bung Karno Putra Sang
Fajar ►
Pembangunan di Era Pak Harto: Selamatkan Bangsa dari Kehancuran
► Pak Harto Membangun
Indonesia ► Bapak Pembangunan ►
Strategi Trilogi Pembangunan ►
Sukses Pangan, KB dan Perumnas
►
Disegani, Diplomasi Pak Harto ►
Pak Harto Berduka ►
Pembangunan Era Reformasi: Pertarungan Politik Empat Presiden
► BJ Habibie, Melepas Timor Timur
► Gus Dur, Sempat Keliling Dunia
►Megawati Andalkan Privatisasi ► Susilo Bambang Yudhoyono Pilihan
Rakyat, Kaya Wacana ► ATENSI: ►
HM Soeharto, Jenderal Besar TNI, Bapak
Pembangunan Indonesia ► WAWANCARA: ►
Pak Harto Hidupnya Sederhana
► Air Mata Pak Harto
►Dalang Peristiwa 14
Mei 1998 ► Habibie
Nyatakan Sanggup ►TOKOH
UTAMA: ►
HM Soeharto, Sang Negarawan, Rela Mundur Hindari Pertumpahan
Darah ►
G-30-S/PKI dan Isu Dewan Jenderal ►
Mikul Dhuwur Mendhem Jero ►
Malah Dituduh Terkait G-30-S/PKI
► KISAH HIDUP: ►
Satria Dari Desa Kemusuk
► Serangan Umum 1 Maret 1949 ►
Tak Lupa Pada Akarnya
►KEGIATAN SOSIAL: ►
Wawancara Pak Harto Tentang Yayasan yang Didirikannya ►
Pak Harto di Al-Zaytun ► Kapur Sirih:
Tak Mudah Jadi Presiden ► Surat &
Komentar: Pak Harto
MAJALAH TOKOH INDONESIA 24 VERSI PDF
Telah Terbit: Majalah Tokoh Indonesia 18
►SURAT-Kapur
Sirih: Jurnalisme Makna (4) ►DEPTHNEWS: Indonesia Harus Kuat (6-9)
►OPINI TOKOH: Syaykh AS Panji Gumilang (10-15) ►TOKOH UTAMA: HM
Soeharto (18-20) = Harmoko (16-17) ►TOKOH PILIHAN: Sutrisno Iwantono (20-21) =
Imam Supriyanto (22-23) = Sulaiman AB (29) ►TOKOH
DUNIA Dato' Paduka Sri Mir Khan (24-28) ►COMPANY: CenturyBank ( 30-34)
BUKU
Suharto, A Political Biography
Judul:
Suharto, A Political Biography, Penulis: R.E.Elson, Penerbit: Cambridge
University Press, United Kingdom, tahun 2001, Jumlah halaman: x, 389
halaman.
================================
Taransfusi Sudah Distop
Jakarta 10/5/2005: Pada hari keenam dirawat di RSPP, kondisi kesehatan
Pak Harto sudah lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. “Masih ada
sedikit pendarahan di usus besar, tetapi transfusi darah sudah
dihentikan,” kata ketua tim dokter yang juga Direktur RSPP, dr Sutji A
Marjono, seusai mendampingi Presiden Yudhoyono yang datang menjenguk
Pak Harto, Selasa siang 10/5.
Hari kelima di RSPP
Jakarta 10/5/2005: Pada hari kelima Pak Harto dirawat di Rumah Sakit
Pusat Pertamina (RSPP), pendarahan pada usus besarnya masih berlangsung.
Namun demikian, Pak Harto tidak dalam kondisi kritis. Kesadarannya cukup
baik, sehingga masih dapat diajak berkomunikasi, meskipun lemah. Ketua
tim dokter kepresidenan Brigade Jenderal (Brigjen) Mardjo Soebiandono
mengungkapkan hal itu kemarin (9/5) saat jumpa pers pembacaan kondisi
kesehatan Pak Harto di RSPP.
|
|