| |
C © updated 06092007 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/repro |
|
| |
Nama:
Saut Situmorang
Lahir:
Karir:
- Dosen Universitas Indonesia
- Pejabat Badan Intelijen Negara atau BIN
- Direktur PT Indonesia Cipta Investama
- Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, 2007
|
|
| |
|
|
|
|
| SAUT SITUMORANG HOME |
|
|
 |
Saut Situmorang
BIN Ada di Mana-mana
Badan Intelijen Negara atau BIN ada di mana-mana. Hal ini sesuai dengan
filosofi BIN, yaitu jika ada sebuah pintu, ada angin di sana, maka di
sana ada BIN. Hal itu dikemukakan calon pimpinan Komisi Pemberantasan
Korupsi atau KPK, Saut Situmorang, yang selain bertugas di BIN juga
menjadi dosen di Universitas Indonesia.
Pernyataan ini muncul saat para calon pimpinan KPK ini diwawancara
secara terbuka oleh Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK di Jakarta, Rabu
(5/9/2007). Saut yang sudah 20 tahun bekerja di BIN dan mendalami
komponen strategis telah mendapat penghargaan dari Presiden 17 Agustus
2007.
Sekretaris Pansel Gunawan Hadisusilo menanyakan kepada Saut tentang
kecurigaan masyarakat tentang penyusupan karena ia berasal dari BIN.
Saud menjawab: "Jadi, kalau (misalnya) hari ini saya di Belawan
mengamati pukat yang menekan nelayan kecil, nanti malam saya sudah
bicara dengan gubernur soal bagaimana Ketua Golkar hari ini. Besok saya
sudah berada di depan Gedung DPRD mencatat sejumlah poster yang
disampaikan orang."
Saud yakin, akumulasi komponen strategis selama 20 tahun yang ia peroleh
bisa membantunya menangani korupsi. "Walaupun ada penilaian BIN
dicurigai melakukan penyusupan, ya memang itu BIN, harus ada di
mana-mana. Filosofinya, di situ ada pintu, ada angin, maka ada kami,"
kata Saut.
Anggota Pansel lainnya, Daniel Sparingga, menanyakan motif Saut melamar
jadi pimpinan KPK. "Apakah Anda melamar karena Anda saat ini belajar
manajemen strategis atau karena Anda BIN, atau Anda punya obsesi pribadi?"
Saut menjawab dengan sangat taktis: "Kalau sekelompok tikus yang
terancam pada awalnya oleh seekor kucing, maka tikus-tikus itu
bersepakat menggantungkan lonceng di leher si kucing supaya tahu ke mana
kucing pergi dan tikus-tikus itu selamat. Persoalannya, siapa yang harus
menggantungkan lonceng di leher kucing dengan risiko dicakar. We have to
do something. Saya hanya bisa menjawab itu, saya harus melakukan itu."
Saut yang juga tercatat sebagai Direktur PT Indonesia Cipta Investama,
dipertanyakan Ichlasul Amal, anggota Pansel. Perihal ini Saut mengatakan,
perusahaan itu sebenarnya hanya untuk tutup (cover, penyamaran) saja.
Tidak ada proyek yang ditanganinya. ► e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|