A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  H O M E
 ► Home
 ► Biografi
 ► Versi Majalah
 ► Berita
 ► Galeri
  P E M U K A
 ► Pemuka
 ► Sesepuh
 ► Pahlawan
 ► Islam
 ► KRISTEN
 ► Katolik
 ► Hindu
 ► Buddha
 ► Majalah TI
 ► Nusantara
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 
  C © updated 05062008  
   
  ► e-ti/rpr  
  BIODATA

Nama:
Mangihut Mangaradja Hezekiel Manullang
Nama Panggilan:
Tuan Manullang
Lahir:
Tarutung, 20 Desember 1887
Meninggal:
Jakarta, 20 April 1979 (dimakamkan di Tarutung)

Penghargaan:
Pemerintah RI pada tanggal 2 Oktober 1967 menganugerahi penghargaan sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan
 
 
     
 
BERITA

RESENSI:  01  02  ==

Resensi Buku Tuan Manullang (01)

Lebih Lengkap, Lebih Berisi

Buku yang diluncurkan bertepatan dengan Satu Abad Kebangkitan Nasional, 28 Mei 2008 ini mengulas lengkap sosok Pahlawan Perintis Kemerdekaan Indonesia, Mangaradja Hezekiel Manullang (1887-1979). Buku ini ditulis cukup tebal karena merangkum berbagai sumber informasi baik dari buku asing dan lokal, artikel-artikel di berbagai media hingga wawancara dengan para kerabat MH Manullang.

 

Resensi Buku Tuan Manullang (01)

Pdt Langsung Maruli Sitorus:

Tuan Manullang Malayarkan Perahu

Pendeta Mangaradja Hezekiel Manullang telah membantu melayarkan suatu perahu, yang didalamnya Batak dan Indonesia menyatu, untuk mengarungi dunia menuju dunia yang baru. Itu perahu, yang dia turut memberi namanya Huria Kristen Indonesia, suatu gereja yang baru, sampai akhir zaman akan laju. Dari dia orang dapat tahu, berpolitik dan berpartai bukan suatu hal yang tabu, pendeta pun bisa menjadi pelaku, asal demi bangsa, kerukunan dan kemajemukan yang menyatu dan kalau perlu menjadi abdi negara pembawa damai yang bahu-membahu.

 

 

         
Mangaradja Hezekiel Manullang

Pejuang Pers dan Kemerdekaan

Digelari Tuan Manullang, seorang jurnalis, cendekiawan dan pendeta pejuang perintis pers nasional dan pejuang kemerdekaan. Menimba ilmu hingga ke negeri singa, dan saat berusia 19 tahun telah menerbitkan koran Binsar Sinondang Batak (1906). Juga mendirikan organisasi sosial politik Hatopan Kristen Batak (HKB) setelah bergaul dengan para pendiri Syarikat Islam. Di bawah bendera HKB, ia menerbitkan surat kabar Soara Batak (1919-1930) untuk menentang penindasan penjajah Belanda lewat pena. Akibat tulisannya, ia dipenjara di Cipinang.

      Tuan Manullang

Pemred Soeara Batak (1919-1930)

Soeara Batak Perlawanan terhadap kolonialisme Belanda lewat media jurnalisme juga terjadi di Tarutung. Tokohnya MH(Mangaraja Hezkiel) Manullang. Pada tahun 1919, ia menjadi pimpinan redaksi sekaligus editor surat kabar Soara Batak. Bertindak sebagai penerbit adalah perkumpulan HKB (Hatopan Kristen Batak).