ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  P R O F E S I
 ► Advokat
 ► Akuntan
 ► Arsitek
 ► Bankir
 ► CEO-Manajer
 ► Dokter
 ► Guru-Dosen
 ► Konsultan
 ► Kurator
 ► Notaris
 ► Peneliti-Ilmuwan
 ► Pialang
 ► Psikolog
 ► Seniman
 ► Teknolog
 ► Wartawan
 ► Profesi Lainnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 

 


 
  C © updated 18062004  
   
  ►e-ti  
  Nama:
Prof. Dr. Laurence Adolf Manullang
Lahir:
Dairibagasan, Porsea, Sumatera Utara, 12 September 1941
Agama:
Kristen Advent
Ayah:
Darius Manail Manullang
Ibu:
Manonga Renia boru Marpaung
Istri:
Beffie Lanny Batubara, SE, MM,
(Executive Director IBEK)
Anak:
1- Leonora Manullang, SE, MM, Manager Korn Ferry-Consultant
2- Leonard Manullang, SE, MM (Kandidat Doktor)
3- Agusdjaja Manullang, SE, MM, Homecare Specialist- California
4- Rizal Manullang, SE, MM, Executive Director IBEK- P.Pinang
5- Yolanda Manullang, SE, MM, Marketing Executive Pascasarjana- STIE IBEK
Cucu:
1- Pamela Abigail Laurent, Fabiola
2- Briggitta Laurencia Geovana
3. Patricia Lorencza Desire Sabbatini

Pekerjaan:
= 2003-Sekarang: PT. IBEK Network-Business Inteligent Service.
Position: President Director

Pendidikan:
Dalam Negeri:
= 1948-1954: SR VI Pardamean
= 1954-1957: SMP Negeri Narumonda
= 1957-1960: SMA Advent d/h namanya North Sumatera Training School
Pematang Siantar
= 1960-1963: Perguruan Tinggi Advent Bandung, B.A Accounting
= 1968-1970: - IKIP Medan
- BA. Pendidikan, Jurusan Ekonomi Perusahaan
- Drs. Pendidikan, Jurusan Ekonomi Perusahaan
= 1994: Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Institute Bisnis, Ekonomi dan
Keuangan, lulus Summa Cumlaude
= 1996: Magister Manajemen Konsentrasi Managemen Keuangan-Institute
Bisnis Ekonomi dan Keuangan, lulus Summa Cumlaude
= 2004: Doktor Ekonomi-Minat Jalur Utama-Manajemen Akuntansi-
Universitas Persada Indonesia/YAI, Sidang Terbuka tanggal 12 Mei
2004. Judicium Sangat Memuaskan. Disertasi: Analisis Efisiensi
Pasar Modal Menggunakan Pendekatan Multi Event Sosial, Politik
dan Ekonomi.

Luar Negeri:
= 1986: Doctor Humane Letters OTTAWA University, Kansas, AS
= 1989: Doctor of Accounting -Legalisasi -Pittsburg State University –
Kansas
= 1989: Visiting Professor -Pittsburg State University - Kansas
(Semua Faktor Penunjang ini Dikti tidak dapat melegalisasi sebab
gelar ini digondol tidak berdasarkan Ijin Belajar dan I-20)

Alamat Kantor:
Jl. Mandala Utara V/19 Tomang, Jakarta Barat
Telp: (021) 5606742, 5602637
Fax: (021) 5604658

Alamat Rumah:
Jl. Trimaran Indah I Blok J1 No.6
Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara
Telp: (021) 5884256
Hp: 08161491278
E-mail: laurencemanullang@yahoo.com


 
 
     

=   1   2    4   5   6         10   11  12   =

 

Prof.Dr. Laurence Adolf Manullang (7)

Dekat dengan Tuhan

 

Di sebuah villa peristirahatannya di kawasan Coolibah, Puncak, Bogor, Jawa Barat wartawan TokohIndonesia DotCom masih melanjutkan wawancara menarik dengan Top Eksekutif Keuangan Dunia, Prof. Dr. Laurencce Adolf Manullang. Hampir setiap hari Sabtu, sebagai seorang penganut Kristen Advent yang taat, usai melakukan peribataan di gereja Masehi Advent Hari Tujuh yang terletak di Gedung Pertemuan Advent, Jalan M.T. Haryono, Jakarta Selatan biasanya Laurence bersama istri menghabiskan akhir pekannya di villa bagus itu. Hanya saja kali ini agak berbeda sebab ikut dalam rombongan wartawan TokohIndonesia DotCom.

 

Di villa ini dia dan istri biasanya secara khusus menikmati dan menghayati kebesaran Tuhan sekaligus menyaksikan alam indah dimana pemandangan saling bergantian laksana panoramic di layar lebar berubah setiap lima menit. Untuk mendekatkan diri kepada Tuhan menurutnya pikiran harus dibersihkan pula.

 

Agama yang dia anut Kristen Advent menjadi wadah yang sangat membantu Laurence menyeimbangkan antara kadar fisik, mental, dan spiritual. Hari-hari itu digunakan membaca kitab suci tidak terbatas pada Alkitab juga kitab suci yang lain seperti Al-quran untuk mempelajari persamaan dan perbandingan.

 

Dalam Al-quran, misalnya, dia bisa menemukan sabda Nabi Muhammad yang berkali-kali menjelaskan bahwa Isa Almasih itu adalah utusan Allah, sahabat beliau yang paling akrab, dan hakim di akhirat. Juga Nabi merujuk Al-quran adalah kitab yang diturunkan oleh Allah sendiri, dan demikian juga kitab suci sebelumnya yaitu Injil dan Taurat.

 

Menurut Laurence, agar hubungan timbal balik harmonis yang menjadikan Alkitab dan Al-quran sebagai pegangan doktrin spiritual umat baik Nasrani maupun Muslim, sebaiknya nama Nabi Muhammad juga ada dinubuatkan dalam Alkitab, sama kuatnya seperti nama Isa Almasih ada tertulis dalam Al-quran.

 

Laurence ikut merasa terkesima akan hasil temuan para cendikiawan Islam di Afrika Selatan, yang menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad telah dinubuatkan dalam Alkitab, yaitu sebagaimana tertulis di kitab Ulangan 18:18, kitab Perjanjian Lama. Ayat itu berbunyi: “Seorang Nabi akan kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya”.

 

Menurut Laurence, pada saat dunia ini telah dilanda kegelapan yang disebut zaman Jahiliah, Injil dan Taurat disembunyikan beratus tahun, dan umat yang memuji Tuhan dikejar-kejar dan dimasukkan dalam goa singa dan dipertontonkan sebagai hiburan, pada saat itulah lahir dan muncul Nabi Muhammad. Dimulai dari satu orang yaitu dirinya, kemudian membangun kota Medinah bersama-sama kaum Madani, sampai sekarang pengikutnya sudah mencapai 1.1 miliar orang di seluruh dunia. Ini tidak akan bisa dicapai oleh kekuatan manusia belaka, dan pasti tangan Tuhan campur tangan menuntunnya.

 

Ayat Ulangan 18:18 di atas menyatakan, akan Kubangkitkan bagi mereka seorang Nabi dari antara saudara mereka. Nabi Muhammad adalah keturunan Ibrahim dari Ismail, berarti masih saudara dengan Musa, bani Israil sama-sama dari Ibrahim anak keturunan Ishak, saudara Ismail.

 

Laurence menandaskan, saat ini para cendekiawan Kristiani masih akan menelaah ayat ini. Apabila mereka sependapat dengan cendikiawan Muslim di Afrika Selatan tadi bahwa yang dimaksudkan nabi dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad, maka kerukunan kedua penganut agama Kristiani dan Islam akan semakin mantap.

 

Di daerah asal mertuanya, yakni Tapanuli Selatan Laurence melihat bahwa kerukunan beragama itu sangat menonjol. Sampai-sampai panitia pembangunan Gereja di dalamnya ikut saudara-saudaranya yang beragama Islam, demikian pula pada pembangunan Mesjid di dalamnya ikut saudaranya yang beragama Kristen sebagai panitia.

 

Mereka bisa hidupkan kerukunan antar bersaudara keturunan Ismail dengan Ishak zaman dahulu kala. Nabi Musa yang keturunan Ishak, sangat terbantu oleh mertuanya Yitro orang Median, keturunan Ismail, itu untuk merawat, memimpin orang Israel di gurun pasir waktu exodus dari Mesir.

 

Laurence Manullang menyebutkan kalau saja dapat digunakan agama itu sebagai wadah teduh untuk memuji dan meninggikan nama Tuhan, alangkah indahnya kehidupan ini. Agama tidak dapat menyelamatkan tetapi untuk menjamin lingkungan kondusif untuk menunaikan ibadah langsung mematuhi perintah Tuhan. Namun sebagai penganut agama harus rajin mempelajari firman Tuhan, dan rajin berkomunikasi dengan Tuhan dengan doa.

 

Ia mengatakan banyak sekte dan penganut agama memasuki wilayah budaya dan rituil yang menuding kalau tidak sama dituduh kafir. Pada saat Laurence berkesempatan bertamasya ke Tomok, Samosir, misalnya, seorang pemandu wisata menjelaskan bahwa Raja Sidabutar yang makamnya dijadikan objek wisata adalah animisme. Laurence merasa itu adalah agama Batak yaitu parmalim.

 

Beribadat pada hari Sabtu, mempersembahkan kurban, memantangkan makanan haram dan darah seperti agama Yahudi, itu adalah agama sama seperti Raja Sisingamangaraja I - XII yang Belanda menuduh beliau animisme, sampai dituduh gondang (alat musik tradisonal Batak) adalah alat animisme. Padahal, Tuhan berseru agar Dia dipuji dengan kecapi, zamrut. Raja Sisingamangaraja dijadikan sebagai nabi dan batara guru oleh pengikutnya yang merisaukan Belanda.

 

Manullang berpendapat, mereka telah menunaikan ibadah mereka menurut ilham yang mereka terima dari Tuhan yang mereka panggil Debata Mulajadi Nabolon, karena mereka hidup dalam zaman Jahiliah.

 

Namun setelah Nabi Muhammad dimunculkan Allah, Al-Quran beredar, kata Laurence hendak mengakhiri pembicaraan yang sudah memsuki senja hari, Alkitab pun keluar dari persembunyiannya. Umat dengan sendirinya telah memiliki acuan yang jelas mengenai firman Allah itu secara jelas.

 

“Dan, di situlah terjadi proses pembelajaran keimanan,” simpul Laurence Manullang sekalian berpamitan untuk istirahat. Direncanakan malam harinya dia akan berbicara secara khusus tentang sikapnya yang sangat hormat kepada orangtua. Sikap hormat kepada orangtua itu disebutkannya nilainya lebih dari sekedar penghormatan atas dasar kesantunan melainkan adalah pula bagian dari pada iman. ►e-ti => Lanjut

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero