| |
C © updated
07122005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
Jusman Syafii Djamal
Lahir:
Langsa Aceh Timur, 28 Juli 1954
Agama:
Islam
Jabatan:
Menteri Perhubungan
Isteri:
-
Anak:
Pendidikan:
- S1 Fakultas`Teknik Mesin Jurusan Penerbangan ITB, 1982
Karir:
-
Dirut PT Dirgantara Indonesia Bandung
periode 2000-2002
|
|
| |
|
|
|
|
| BIOGRAFI |
|
|
 |
Jusman Syafii Djamal
Menhub Janji Nihil Kecelakaan
Jusman tak pernah menduga akan menjadi Menteri Perhubungan Kabinet
Indonesia Bersatu menggantikan Ir Hatta Rajasa. Namun peranannya sebagai anggota Tim Nasional Evaluasi
Kecelakaan dan Keselamatan Transportasi (EKKT) membuatnya lebih dikemal
Presiden SBY dan mengangkatnya menjadi Menhub dalam reshuffle kabinet, 7
Mei 2007. Dia berjanji harus bisa capai nihil kecelakaan jasa transportasi.
Pria kelahiran Langsa, Aceh Timur, 28 Juli 1954, ini dalam jabatan
Menhub berjanji memprioritaskan keselamatan jasa
transportasi umum, khususnya moda transportasi massal seperti kereta api
(KA).
Sebagai Menhub, mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Bandung
periode 2000-2002, itu juga mengaku akan meneruskan program yang sudah dirintis
pendahulunya.
Apalagi masa jabatannya hanya tinggal 2,5 tahun. "Cukup tidak cukup, 2,5 tahun adalah waktu yang tersedia
bagi saya. Jadi saya harus kerahkan kemampuan terbaik," tuturnya.
Menurut Chairman Matsushita Gobel Education Foundation ini, fondasi
kebijakan yang dirintis mantan Menhub Hatta Rajasa sudah kuat.
Menurutnya, arahan
maupun kebijakan Hatta sudah matang. Maka dia hanya lihat road map (peta jalan)-nya, lalu menetapkan prioritas.
Dia berjanji harus bisa capai nihil kecelakaan jasa transportasi.
Jusman Syafii Djamal alumni Teknik Mesin
Jurusan Penerbangan ITB tahun 1982. Dia banyak meniti berkarier di PT DI.
Setelah lulus dari ITB
tahun 1982, dia duduk sebagai junior aerodynamist bidang komputasional
untuk menghitung distribusi gaya aerodynamika pesawat CN-235 dalam
berbagai posisi terbang. Kemudian menjadi engineer aerodinamika,
engineer pengembang konfigurasi pesawat terbang.
Tahun 1989 - 1995 menjadi Project Enginer N250. Kemudian, setelah 13 tahun menjadi
engineer dengan spesialisasi Aerodinamika dan Perancangan pesawat
terbang, diangkat menjabat Kepala Divisi Aircraft Technology ( (1994 - 1996).
Lalu
1996 -1998 menjabat Direktur Sistem senjata, Sistem Hankam dan Helikopter,
serta Direktur Sumber Daya Manusia selama setahun lima bulan.
Saat terjadi beberapa kecelakaan transportasi,
Jusman diangkat sebagai anggota Tim Nasional Evaluasi
Kecelakaan dan Keselamatan Transportasi (EKKT) yang diketuai Chappy
Hakim. Tim yang bekerja Januari-April 2007 ini bertanggung jawab
langsung pada Presiden SBY.
Nama:
Ir. Jusman Syafii Djamal
Lahir:
Langsa Aceh Timur, 28 Juli 1954
Penghargaan:
Bintang Jasa Nararya dari Pemerintah Republik Indonesia, pada 50 tahun
Indonesia Merdeka tgl 17-8-1995
Pengalaman Profesi :
15,360 jam pengalaman sebagai Arodynamicist Engineer
9600 jam pengalaman sebagai Perancang Pesawat Terbang (Aircraft
Development).
9600 jam berpengalaman dalam Manajemen Inovasi dan Pengembangan Produk
4000 jam berpengalaman dalam Human Resources Management
3500 berpengalamant dalam jam Corporate Restructuring
Riwayat Profesionalisme dan Pemangku Jabatan
11 Januari 2007 s/d 11 April 2007 : Anggota Tim Nasional Evaluasi
Keselamatan dan Keamanan Transportasi , berdasarkan Keputusan Presiden
No 3 Januari 2007
September 2000- 9 Agustus 2002 : Direktur Utama /CEO PT. Dirgantara
Indonesia. (sebelumnya bernama PT.IPTN) .Memimpin PT Dirgantara
Indonesia dalam perubahan paradigma bisnis dan “turnaround process”,
sebagai respons bisnis yang dihadapi oleh IPTN sebagai Industri Pesawat
Terbang atas “challenge” akibat krisis ekonomi dan dimasukannya IPTN
dalam LOI IMF dan BPPN.
Memimpin Program Restrukturisasi Perusahaan ,Reorientasi Bisnis, dan
Peningkatan Daya Saing yang dilaksanakan di PT IPTN sejak tahun
1999,hingga berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia .
Memimpin proses perubahan paradigma bisnis IPTN dari konsep “Technology
Push”yang bersandar pada subsidi dan proteksi Negara dalam pengembangan
dan penguasaan teknologi pesawat terbang menjadi industri dirgantara
yang berorientasi pada paradigma daya saing dan efesiensi teknologi .Menerapkan
prinsip “Comercialization of Technology”dalam pengelolaan PT Dirgantara
dimana pertumbuhan bisnis perusahaan disiapkan untuk peningkatan daya
saing teknologi dan inovasi sehingga dapat memenangkan “free market
competition”,tanpa subsidi dan proteksi Pemerintah.
Menjalankan Kebijakan Pemerintah yang diputuskan oleh Menko Perekonomian
sebagai Ketua KKSK untuk melaksanakan program “debt to equity
swap”dengan mengubah hutang menjadi Penyertaan Modal Sementara
Pemerintah yang ditempatkan di BPPN ,dan program efisiensi serta
penetrasi pasar untuk menyelamatkan IPTN dari ambang kebangkrutannya.
2005-2006 :Advisor Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri ,Teknologi
dan Kelautan .Diantaranya dengan aktivitas:
a. Anggota Delegasi dari kalangan bisnis Indonesia dalam Perundingan
Menteri Perdagangan anggota WTO di Hongkong Dan Peserta delegasi swasta
dalam pertemuan perundingan Economic Partnership Agreement Jepang
Indonesia . Peserta dalam Infrastructure Summit di Jakarta tahun 2005.
b. Ketua Tim Teknis Penyusunan Konsep VISI 2030 dan Roadmap Industri
Nasional Kamar Dagang Industri Indonesia .bersama ekonom Dr.Faisal Basri
TMT 1 Januari 2004: Pensiun Dini sebagai Karyawan PT Dirgantara
Indonesia, setelah bekerja 22 tahun.
September 2002-Agustus 2003: Anggota Dewan Komisaris PT Dirgantara
Indonesia
1 September 1998 – 31 Agustus 2000 :
Direktur Sumber Daya Manusia PT.IPTN yang mendapat mandat dari Meneg
BUMN Tanri Abeng untuk menjadi ketua Implementasi Program
Restrukturisasi dan Penyerahan PT IPTN. Memimpin proses efisiensi
perusahaan dan melakukan proses “human resource resizing”.Berhasil
menurunkan jumlah karyawan dari 16,600 menjadi 9700 dalam waktu 2 tahun
dengan metode pension dini secara sukarela . Proses terlaksana dari
tahun 1998 hingga 2000 tanpa gejolak unjuk rasa. Proses Restruturisasi
ini dilanjutkan oleh perubahan nama perusahaan dari PT IPTN menjadi PT
Dirgantara Indonesia oleh Presiden Abdurachman Wachid.
Presiden Direktur Pertama PT Dirgantara Indonesia yang diangkat oleh
Pemerintah RI.
4 Desember 1997 – 31 Agustus 1998 : Direktur Sistim Senjata, Helikopter
dan Sistim Antariksa PT IPTN. Memimpin Kelompok Bisnis Strategis HDS3
(Helicopters, Defence System and Sattelite System) IPTN yang terdiri
atas Divisi Helikopter, Divisi Sistim Torpedo, Roket 10 km, Sistim
Senjata san pengembangan Software Navigasi berbasis satelit, dengan nama
Aeronautical Navigation Satelite Based System (ANSS).
November 1994 – September 1996 : Kepala Divisi Aircraft Technology PT
IPTN.
Memimpin Divisi Pengembangan Produk Baru dan Assessment Technology IPTN
termasuk didalamnya Program rekayasa rancang bangun Rocket 400 km ,
Design Concept N2130, pengembangan Derivative CN235 dan N250, mobil
Maleo di Australia
1998 -1994 :Chief Project Engineer Pengembangan Pesawat Terbang N250.
Memimpin proses iterasi rekayasa dan rancang bangun pesawat Advanced
Turboprop kapasitas 50-70 penumpang. Diantaranya dengan mengintegrasikan
alternastip solusi engineering yang muncul dari 2500 engineer Indonesia
dan 300 Engineeri yang berasal dari pelbagai Negara seperti Amerika.
Inggris. Perancis. Jerman. Mengelola Project management dari proses
rancang bangun dan conceptual Design Pesawat Terbang N250. Pesawat
Terbang Canggih dengan 2 Engine Advanced Turboprop dan sistim kendali
“fly by wire “ mempunyai 2 (dua) prototype pesawat yang telah berhasil
terbang perdana pada 17 Agustus 1995.Dua Pesawat protype N250 pernah
diterbangkan ke Paris dan Eropa,secara akumulatif mengumpulkan 800 jam
terbang.
1982-1987 :Selama 5 (lima) tahun tanpa henti bekerja sebagai Profesional
Aerodynamics Engineer di PT IPTN. Dengan pengalaman kerja di Fasilitas
Teknologi Dirgantara CASA Spanyol di Getafe Madrid selama 1,5 tahun .
Program uji terowongan angin di Laboratorium WindTunnel NLR Belanda
.Program Flight Test di Kemayoran Jakarta. Computational Aerodynamics
untuk menghitung “pressure distribution“ pada seluruh permukaan pesawat
terbang CN 235, melalui penggunaan planel methods dengan matriks solusi
3500 kali 3500, menggunakan computer VAX dan IBM 3090. Melaksanakan
kajian engineering untuk rekayasa ulang Pesawat Terbang CN 235 dengan
menggunakan Mesin Pratt and Whitney.Preliminary design konfigurasi
derivative CN235-100 dan CN235-200.
Pendidikan Non Gelar :
On the Job Training dalam bidang Computational Aerodinamika di CASA
Spain Aeronautic Industry tahun 1983-1984
On the Job Training dalam bidang Experimental Aerodinamics di NLR
Netherland Windtunnel Laboratory, Noordostfolder 1985
Workshop on Euler Equation and Numerical Methods/Software Development in
Aerodinaics Monterey California USA 1986
On the Job Training on prekiminary Design of Aircraft, MBB Hamburg
Germany 1986
On the Job Training in Assesing the possibility of using High By Pass
Ratio Engine in 100 Seater airplane, Mc Donnell Douglas 1986
On the Job Training on New Product Development and Aircraft Technology
Assessment – Joint Study Fokker – MBB – Boeing-IPTN on the possibilities
of Propfan Technology Engine Driven Aircraft, in 100 Seater Airplane to
replace DC-9 and Fokker 28 ; 1986 – 1987.
Seminar Internasional dan Penggalaman Assessment Technology Pesawat
Terbang dan Sistem Persenjataan, diantaranya :
Salah satu pembicara dalam Seminar International perihal Management of
Research and Industry, yang diselenggarakan MITI Japan yang dihadiri
oleh AEAN Executive in Aeronautic Industry, Manila Filipina tahun 2000
Pembicara Utama dlam Seminar International tentang Management of
Advanced Technology and Product Development in Aeronautics Industry yang
diselenggarakan MITI Japan untuk Top Executive Japan’s Aeronautics
Industry, Tokyo 1999
Anggota Team Advanced Assessment Technology pesawat tempur Russia,
Sukhoi, Mig 29 , sistem persenjataan dan sistem pertahanan udara di
Russia, tahun 1997, yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Satu satunya anggota Profesional kalangan Sipil, diantara para ahli
persenjataan dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
Menjadi Asisten Prof.Dr.Ing.B.J.Habibie dalam mengembangkan model
matematik untuk mensimulasikan pengaruh suku bunga, inflasi terhadap
fluktuasi nilai tukar dan kebijakan industri berdasarkan pengalaman
empirik 6 negara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Jepang dan
Indonesia, yang dikenal dengan “teori zig zag” pada tahun1996. Hasilnya
adalah paper 300 halaman dan software simulasi model matematik.
Anggota Team Advanced dari IPTN dalam melakukan kajian dan feasibility
study kemungkinan untuk melakukan perkitan akhir pesawat N250 di Amerika
Serikat. Kajian dilakukan pada 52 lokasi yang terletak di 25 Negara
bagian Amerika Serikat, 1994.
Mempunyai Pengalaman menulis artikel di Halaman Kompas, Majalah Tempo
dan Penerbitan lain, diantaranya dalam buku alumni ITB 73 dan PT
Dirgantara Indonesia.
Riwayat Keorganisasian diluar Profesi :
1998 – 2003 : Sekjen Ikatan Alumni ITB dengan Ketua Umum ir.Cacuk
Sudaryanto
1998 – 2002 : Ketua Mesjid Raya Habiburahman IPTN
1997 – 1974 : Anggota Pendiri Yayasan Mandiri Bandung, Organisasi Non
Giverment (NGO – LSM). Yayasan ini berfungsi sebagai Pengembang
Teknologi Tepat Guna dan Community Development di pesantern dan
lingkungan pedesaan di Indonesia.
1997 – 1978 : Pj. Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB. Mempunyai pengalaman
dalam mengorganisasikan gerakan kritis mahasiswa terhadap Pemerintahan
Presiden Suharto, melalui Penerbitan Buku Putih Mahasiswa ITB 77-78. ►e-ti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|