| |
C © updated 30092008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/rpr |
|
| |
Nama:
Jusman Syafii Djamal
Lahir:
Langsa Aceh Timur, 28 Juli 1954
Agama:
Islam
Jabatan:
Menteri Perhubungan
Isteri:
-
Anak:
Pendidikan:
- S1 Fakultas`Teknik Mesin Jurusan Penerbangan ITB, 1982
Karir:
-
Dirut PT Dirgantara Indonesia Bandung
periode 2000-2002
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Jusman Syafii Djamal
Menteri Paling Sibuk Jelang Lebaran
Indopos Minggu, 28 September 2008: Departemen Perhubungan (Dephub)
menjadi instansi paling sibuk setiap menjelang Lebaran. Tahun ini,
permasalahan utama yang dihadapi adalah melonjaknya jumlah pemudik motor
hingga 2,5 juta kendaraan. Bagaimana mengatasinya? Inilah penuturan
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kepada wartawan Jawa Pos Agus
Wirawan kemarin.
Persiapan khusus Dephub dalam mengatur angkutan Lebaran?
Kami membentuk tim koordinasi untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran
secara nasional. Hasilnya akan kami gunakan sebagai acuan di tingkat
pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota. Dephub bertindak sebagai
koordinator pelaksana antardepartemen, lantas instansi atau asosiasi
terkait, juga pemerintah daerah. Kalau diperlukan, kami juga harus
mempersiapkan kebijakan khusus demi kelancaran, ketertiban, dan
keselamatan angkutan Lebaran.
Ada masalah krusial menjelang Lebaran tahun ini?
Kami sudah mapping permasalahan sejak awal puasa lalu. Waktu itu, masih
ada perbaikan di sebagian ruas jalan di Sumatera dan Jawa yang sekarang
sudah bisa diatasi. Yang pokok mungkin mengenai lonjakan pengguna motor.
Itu yang perlu penanganan khusus. Termasuk juga mengenai gangguan lalu
lintas yang terjadi di sekitar luapan Lumpur Lapindo. Untuk jalur
selatan, perlintasan di Sumpiuh, Karangayar, dan Cicalengka masih
berpotensi menimbulkan antrean panjang.
Masalah lain yang patut diwaspadai?
Untuk angkutan laut dan penyeberangan, perlu ada antisipasi terhadap
cuaca buruk, terutama guntur dan gelombang laut atau ombak besar. Kalau
angkutan udara, perlu solusi atasi asap akibat kebakaran hutan. Dephub
selaku koordinator pelaksaan mudik terus berkoordinasi dengan seluruh
pihak terkait. Saya sampai Lebaran nanti masih akan berkeliling ke
daerah-daerah. Tidak hanya di Jawa, tetapi juga di daerah lain untuk
memastikan kelancaran mudik.
Ada solusi pelanggaran tarif, terutama kepada angkutan bus?
Kami meminta seluruh operator bus memasang informasi tarif di setiap
armada. Calon penumpang bisa menentukan pilihan sesuai kemampuan. Itu
juga bisa untuk menekan aksi calo tiket yang sering memainkan harga.
Kalau mau pakai tarif batas atas, harus ada informasi biar jelas. Tempel
di bagian bus atau loket yang mudah terlihat, kami bisa juga kontrol,
mana operator (bus) yang main-main dengan tarif, mana yang tidak.
Cara itu bisa mengontrol tarif angkutan Lebaran?
Kami juga meminta pemerintah daerah mengawal ketat penginformasian tarif
tersebut. Pemda tidak boleh segan-segan memberikan sanksi kepada
operator bus yang nakal, yang berani mengenakan tarif melebihi
batas-batas yang ditentukan. Juga, jangan sampai ada sopir yang
mengemudikan bus dalam keadaan mabuk dan terpengaruh narkoba. Ini
mengancam keselamatan penumpang. Tidak hanya angkutan bus, semua moda
transportasi kalau melanggar batas tarif yang ditentukan pemerintah
sanksinya jelas, kami bisa lakukan pencabutan trayek.
Bagaimana tren mudik pakai motor?
Lebaran kali ini kami prediksi ada lonjakan jumlah arus mudik yang
menggunakan sepeda motor hingga 18 persen. Jika tahun lalu pemudik
sepeda motor 2,1 juta kendaraan, Lebaran tahun ini akan menjadi 2,5 juta
kendaraan. Selain ada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemilik
motor meningkat karena saat ini mudah sekali mendapatkan kredit.
Bagaimana cara mengatasinya?
Kami berkordinasi dengan kepolisian dan aparat terkait lain untuk
menjaga keselamatan mereka. Caranya, pemudik motor dari Jakarta akan
dikumpulkan terlebih dahulu, lalu diberangkatkan bersamaan dengan
memakai pengawalan. Perkumpulan komunitas motor bisa juga meminta
pengawalan dari kepolisian dengan izin tertulis.
Ada kebijakan khusus buat pengendara motor?
Intinya, mereka wajib menggunakan helm. Motor sebaiknya digunakan hanya
untuk mengangkut dua orang, termasuk anak-anak. Barang bawaan jangan
sampai melebihi lebar kemudi. Kemudian, perjalanan siang hari diimbau
untuk menyalakan lampu utama. Ketika berkendara, wajib menjaga jarak
aman dengan kecepatan maksimum 60 kilometer per jam serta menggunakan
jalur lambat atau paling kiri.
Karena harga BBM tinggi, motor menjadi pilihan transportasi mudik, apa
saran pemerintah?
Kami mengimbau masyarakat berpikir lagi mudik dengan sepeda motor. Itu
sangat tidak aman. Tingkat risikonya sangat tinggi. Ongkos yang jauh
lebih murah ketimbang mudik naik bus, kereta api, atau pesawat jangan
dijadikan alasan. Sebab, keselamatan lebih utama. Motor itu jenis
angkutan yang paling labil. Pengemudinya juga harus memiliki
keterampilan dan disiplin untuk menaati peraturan lalu lintas.
Alasan pemudik, motor bisa dipakai bepergian di kampung?
Masyarakat tidak perlu pakai motor hingga daerah tujuan. PT Kereta Api
(KA) menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut motor. Ini bisa
meminimalisasi kecelakaan di jalan raya. Jadi, mudik tetap bisa bawa
motor, hanya caranya sedikit berbeda. Pesan saya, kalau tetap nekat
pakai motor, istirahatlah setiap dua jam perjalanan.
Bagaimana pemudik dengan kendaraan pribadi lain?
Jumlah kendaraan pribadi (nonmotor) tahun ini diperkirakan naik�4,61
persen. Total kendaraan yang digunakan untuk Lebaran tahun lalu
1.808.150 unit, tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 1.891.523 unit.
Mobil pribadi yang dipakai mudik diperkirakan 1.284.488 unit, bus besar
199.451 unit, bus sedang 43.994 unit, nonbus 64.464 unit, truk dua as
263.395 unit, dan truk tiga as 35.731 unit.
Kalau di break-down, berapa peningkatan penumpang dari tiap-tiap moda
transportasi umum?
Prediksi kami, jumlah penumpang angkutan darat akan meningkat 5,22
persen dari 9,3 juta tahun lalu menjadi 9,8 juta tahun ini. Lantas,
angkutan penyeberangan diperkirakan naik 4,52 persen dari 6,6 juta
menjadi 6,9 juta tahun ini. Sementara itu, penumpang kereta api akan
meningkat 5,38 persen dari 2,8 juta menjadi 2,9 juta tahun ini.
Penumpang angkutan laut meningkat 10 persen dari 926 ribu menjadi 1,8
juta, lalu angkutan udara meningkat 9,32 persen dari 1,7 juta menjadi
1,8 juta. Total peningkatan penumpang angkutan umum mencapai 6,03 persen
dibandingkan dengan tahun lalu.
Bagaimana distribusi lalu lintas yang keluar Jabodetabek kali ini?
Komposisi kendaraan dari Jabodetabek ke arah Merak (menuju Sumatera)
sekitar 11,33 persen, turun dibandingkan tahun lalu 11,42 persen.
Sedangkan yang ke arah Cianjur menuju Bandung dan sekitarnya mencapai
13,53 persen, turun dibandingkan tahun lalu 13,66 persen. Peningkatan
terjadi di jalur mudik ke arah Cikampek, mencapai 75,14 persen atau
meningkat 74,92 persen. Dari jumlah itu, hampir 50 persen menuju jalur
pantura (pantai utara).
Daerah-daerah yang rawan macet, pasar tumpah dan longsor?
Jawa Barat diidentifikasikan terdapat 13 lokasi daerah rawan macet,
yaitu 10 lokasi gangguan, seperti lalu lintas angkot dan becak, serta
akibat ada tanjakan dan turunan jalan. Juga, ada empat lokasi rawan
pasar tumpah, di antaranya Pasar Tegal Gubug, Pasar Losari, dan
Pertigaan Tomo. Di Jawa Tengah terdapat 63 daerah rawan pasar tumpah, 11
daerah rawan macet, dan 13 lokasi rawan longsor. Sedangkan di Jawa Timur
terdapat enam lokasi rawan macet dan tiga lokasi rawan pasar tumpah.
Kebijakan Dephub untuk mengatur transportasi angkutan Lebaran?
Jika terjadi kemacetan, kami mengalihkan arus dengan sistem buka tutup.
Kendaraan angkutan BBM, BBG, ternak dan sembilan bahan pokok, pupuk,
usus, dan barang antaran pos diizinkan tetap beroperasi. Sementara
kendaraan pengangkut bahan bangunan dan truk berusumbu lebih dari dua,
truk gandengan, dan kontainer dilarang beroperasi mulai 27 September
hingga 1 Oktober. Jembatan timbang akan kami tutup mulai H-7 hingga H+7.
(iro) ►e-ti/
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|