|
|
ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA |
|
| Search |
|
|||||||||||||||
|
|
|
|||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||
| :: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka :: | ||||||||||||||||
|
|
C © updated 160603 | ||||||||||||||||||||||||||||
|
|
![]() Nama: HARTONO MARDJONO, H., S.H. Lahir: Tegal, Jawa Tengah, 17 Juli 1937 Meninggal: Makassar, 15 Juni 2003 Dikebumikan: Jakarta, 16 Juni 2003 Agama: Islam Suku: Jawa Isteri: Suhartini Hartono, Dra., M.Pd. (Dosen UI, STIA LAN dan Universitas Muhammadiyah) Anak Sri Handayani, Dra., 01-09-1964, Jurusan Kimia UI, Jakarta Sri Handayanti, Drg., 06-10-1965, Jurusan Kedokteran Gigi Usakti, Jakarta Sri Handarini, Dra., 06-06-1967, Fakultas MIPA Kimia UI, Jakarta Sri Handiarsih, S.E., 31-05-1969, Jurusan Ekonomi Universitas Muhammadiyah, Jakarta Sri Handiarti, 08-12-1970, FISIP Unas, Jakarta Ayah: Mardjono (Alm) - Staf Divisi Pemerintahan Umum dan Otomi Daerah Depdagri Ibu: Suparti (Almh) Pendidikan Formal: SMP 11, Kebayoran Baru, 1949-1952 SMA I Budi Utomo, Jakarta Pusat, 1952-1955 Fakultas Hukum UI, Jakarta, 1956-1962 Pendidikan Non Formal: Hukum Atas Kekayaan Intelektual, Taiwan Comparative Study On Local Goverment Pemda, Jakarta, 1973 Comparative Study On Local Government, USA, 1975 Hukum Atas Kekayaan Intelektual, Belanda, 1983 Hukum Atas Kekayaan Intelektual, Jepang, 1985 Sistem Pemilu di Amerika, 1990 Jabatan: Anggota DPR-MPR RI Keanggotaan di DPR- MPR Anggota Bamus DPR RI Anggota Panitia RUU Hak Atas Kekayaan Intelektual DPR RI Penasehat Fraksi PBB DPR RI Anggota Fraksi PBB MPR RI Anggota Komisi III (Pertanian dan Pangan) DPR RI Karir: Anggota DPRD I, DKI Jakarta, 1971-1982 Anggota DPR/MPR RI Pusat, 1982-1987 Wakil Ketua DPA, 1988-1993 Anggota MPR RI Pusat, 1988-1993 Tim Penyusun MA, 2000 Anggota Depkeh, 2000-sekarang Anggota MA, 2001 Kepala Pengawasan Import/Asisten Presiden Direktur BPU Niaga, 1961-1966 Dosen Universitas Muhammadiyah, Jakarta, 1963-sekarang General Manager and Personnel Perusahaan Negara Cat Utama, 1966-1981 Organisasi Anggota Kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah, 1942-1962 Sekretaris Jenderal PII, 1952-1962 Komite Aksi Pemilu Anggota Kampanye Partai Masyumi, 1954-1955 Anggota HMI, 1956-1968 Anggota Pemuda Muhammadiyah, 1958-1968 Anggota PP Muhammadiyah, 1962-1995 Anggota Persatuan Sarjana Muslim Indonesia, 1963-1970 Wakil Ketua Jakarta Persatuan Sarjana Muslim Indonesia, 1963-1990 Wakil Ketua Wilayah DKI Persatuan Sarjana Hukum Indonesia, 1963-sekarang Parmusi, 1967-1973 Anggota Ikadin, 1967-sekarang Wakil Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, 1973-1993 Anggota ICMI, 1988-sekarang Wakil Ketua Umum DPP PBB, 1998-2000 Ketua Umum Partai Islam Indonesia Penghargaan Bintang Mahaputra Adhi Pradana 1992 Honorary Citizenship Grette, Manila 1973 |
Hartono Mardjono Pakar Penerapan Syariat IslamKetua Umum Partai Islam Indonesia yang juga anggota Fraksi Perserikatan Daulatul Ummah (F-PDU) DPR, Hartono Mardjono, meninggal di Ruang ICCU Rumah Sakit (RS) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 15/6/03 pukul 22.30. Jenazahnya diterbangkan ke Jakarta, Senin 16/6 untuk selanjutnya disemayamkan di rumah duka di Jalan Hidup Baru No 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pakar Penerapan Syariat Islam dalam Prospektif Hukum Perdata tersebut ke Makassar hari Jumat lalu dalam rangka memberi ceramah di Komite Persiapan Penegakan Syariah Islam hari Sabtu. Sekitar pukul 13.30, politikus kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 17 Juli 1937, ini tiba-tiba pingsan dan terjatuh dari kursinya saat menjawab pertanyaan salah seorang peserta seminar "Sosialisasi Syariat Islam" di Islamic Centre IMMIM Makassar itu. Ketua Arbitrase MUI, itu dilarikan ke RS Pelamonia guna mendapatkan pertolongan. Berselang beberapa menit setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit itu, ia sadar dari pingsannya namun belum bisa diajak berbicara karena masih tampak kecapean setelah berbicara di forum itu sekitar satu jam. Setelah kondisi kesehatannya membaik, kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin, sekitar tujuh kilometer dari jantung kota Makassar. Hingga pukul 16.30 wita, kondisi kesehatannya sudah membaik namun belum bisa diajak ngomong. Hari Sabtu siang sekitar pukul 13.30 wita, kondisi kesehatannya terlihat makin membaik. Sabtu sore bahkan sempat menerima kunjungan Menko Kesra Jusuf Kalla. Namun, sekitar pukul 21.30, dia pingsan dan kejang-kejang. Satu jam kemudian ia mengembuskan napas terakhir, didampingi istri, Ny Suhartini Hartono, dan putrinya, Sri Handiyanti. Menurut isterinya, almarhum pernah berpesan agar jika meninggal dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, berdampingan dengan makam ayahandanya. Ia meninggalkan seorang istri dan lima anak (Dra. Sri Handayani, Drg. Sri Handayanti, Dra. Sri Handarini, Sri Handiarsih, SE, Sri Handiarti). Ia dikenal sebagai politisi yang punya pendirian teguh. Pada era reformasi, ia bersama rekan-rekannya mendirikan Partai Bulan Bintang. Akibat perbedaan prinsip, ia sempat mendirikan PBB tandingan kemud8ian mendirikan Partai Islam Indonesia. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1956-1962) ini malang melintang di lembaga legislatif, yakni di DPRD DKI Jakarta (1971-1982), anggota DPR (1982-1987), dan anggota MPR (1987-1992), anggota DPR-MPR 1999-2004. Setelah keluar dari keanggotaan PBB tahun 2001, ia bergabung ke F-PDU sampai sekarang. Tahun 1988-1993 ia menjabat Wakil Ketua DPA. Ia sudah mempublikasikan empat buku. Tahun 1992 menerima anugerah Bintang Mahaputera Adi Pradana dari Pemerintah RI. *** Ensiklopedi Tokoh Indonesia, dari berbagai sumber
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
| Copyright © 2003 Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero |