| |
C © updated 08052005 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/jabar.go.id |
|
| |
Nama:
Asep Sunandar Sunarya
Nama Populer:
Asep Sunarya
Nama Kecil:
Sukana
Lahir:
Kampung Jelengkong, Kecamatan Baleendah, Jawa Barat, 3 September
1955
Ayah:
Abah Sunarya
Pendidikan:
Pendidikan pedalangan di RRI Bandung
Profesi:
- Dalang wayang Golek
Karya,al:
- Wayang golek si Cepot
- Wayang Denawa
Prestasi:
- Juara dalang pinilih I Jawa Barat pada 1978 dan 1982
- Juara umum dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong Bokor Kencana pada
1985
Kegiatan Lain:
Guru Besar luar biasa di Institut International De La Marionnete
di Charleville Prancis
|
|
| |

Asep dan Presiden SBY |
|
|
|
| ASEP HOME |
|
|
 |
Asep Sunandar Sunarya Dalang Wayang Golek
Inovatif
Asep Sunandar Sunarya Asep, yang lebih dikenal dengan panggilan Asep
Sunarya, dalang wayang golek yang menciptakan si Cepot. Wayang yang
rahang bawahnya bisa digerak-gerakkan jika berbicara, juga dapat
merentangkan busur dan melepaskan anak panah, tanpa bantuan tangan
dalang. Dengan karyanya itu, dia pantas disebut sebagai pendobrak jagat
wayang golek di Indonesia.
Selain si Cepot, wayang denawa atau raksasa juga dibuat sedemikian rupa,
sehingga otak kepalanya bisa terburai berantakan ketika dihantam gada
lawannya.
Dia dipuji dan juga dikritik dengan karya terobosannya itu. Namun,
kritikan itu makin emacu semangat dan kreativitasnya. Keuletannya
membuahkan hasil, namanya semakin populer. Terutama setelah Asep meraih
juara dalang pinilih I Jawa Barat pada 1978 dan 1982. Kemudian paada
1985, ia meraih juara umum dalang tingkat Jawa Barat dan memboyong
Bokor Kencana.
Pengakuan atas kehandalan dan kreativitasnya mendalang, bukan saja
datang dari masyarakat Jawa Barat dan Indonesia, tetapi juga dari luar
negeri. Dia pernah menjadi dosen luar biasa di Institut International De
La Marionnete di Charleville Prancis. Dari institut itu dia mendapat
gelar profesor.
Asep Sunarya lahir 3 September 1955 di Kampung Jelengkong, Kecamatan
Baleendah, 25 km arah selatan Kota Bandung. Bernama kecil Sukana, anak
ketujuh dari tiga belas bersaudara keluarga Abah Sunarya yang dikenal
sebagai dalang legendaris di tanah Pasundan.
Sejak kecil, terutama sesudah remaja, ia sudah berambisi menjadi
dalang. Makanya, setamat SMP, ia mengikuti pendidikan pedalangan di RRI
Bandung. Meski ayahnya seorang dalang legendaris di kampungnya, Asep
memilih belajar dalang dari Cecep Supriadi di Karawang.
Berbeda dengan pendahulunya yang mendalang tempat-tempat tertentu saja,
Asep justru tekun mensosialisasikan wayang golek yang inovatif ke
kampus-kampus, hotel-hotel, gedung-gedung mewah dan televisi. Upayanya
membuahkan hasil. Wayang golek populer di berbagai tempat. Penampilannya
yang selalu menarik perhatian mengundang decak kagum penonton baik anak
muda maupun orang tua.
Popularitas dalang yang telah menikah lima kali dan mempunyai sembilan
anak ini pun semakin tinggi. Tidak saja dia diundang pentas mendalang di
dalam negeri, tetapi juga di berbagai kota di Benua Asia, Amerika dan
Eropa. ►e-ti/tsl
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|