| |
C © updated
04042004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
|
|
| |
Nama :
Aburizal Bakrie
Lahir :
Jakarta 15 November 1946
Agama :
Islam
Jabatan:
Ketua Umum Kadin Indonesia
Pendidikan:
S1 Jurusan Elektro ITB tahun 1973.
Ayah:
H Achmad Bakrie
Perusahaan:
Bakrie Group
|
|
| |
|
|
|
|
== 1
2 3
==
Aburizal Bakrie (2)
Mencoba Keberuntungan
Mantan Ketua Umum Kadin Indonesia ini mencoba keberuntungan politik dengan
ikut menjadi salah satu kandidat calon presiden dalam Konvensi Partai
Golkar. Putera sulung pengusaha H Achmad Bakrie kelahiran Jakarta 15
November 1946 ini pada awal pencalonan didukung tidak kurang dari ketiga
ormas Trikarya Golkar (SOKSI, Kosgoro, dan MKGR). Kemudian ia pun masuk
dalam tujuh besar pemenang prakonvensi yang akan bertanding pada Konvensi
Capres Partai Golkar selepas Pemilu Legislatif.
Bos Bakrie Group ini hingga kini tetap eksis dalam dunia usaha. Ia salah
satu dari konglomerat yang mampu bertahan dari badai ekonomi yang melanda
negeri ini.
Jabatan Ketua Umum Kadin Indonesia yang dipangkunya sejak 1994 yang
berakhir tahun 2004 ini, telah mengantarnya untuk berkutat pada
persoalan-persoalan nasional yang lebih besar daripada persoalan-persoalan
yang dialami perusahaannya sendiri.
Saat ini, perjalanan karier alumni jurusan elektro ITB tahun 1973 sedang
dalam proses menuju posisi orang nomor satu di negeri ini. Dia kini sangat
sibuk menyosialisasikan visi dan misi sebagai salah seorang bakal calon
presiden dari Partai Golkar.
Namun sesibuk apa pun dia, ternyata masih sempat menikmati hobinya, yaitu
menyanyi dan olahraga. Sementara menari atau dansa, kurang disukainya.
“Saya bisa cha-cha dan waltz, tetapi tidak begitu menikmati. Saya berdansa
hanya untuk menyenangkan orang yang mengajak. Lain kalau menyanyi, saya
senang sekali. Apa pun lagunya saya senang, terutama lagu-lagu romantis,”
katanya kepada Kompas.
Tentang olahraga, Ical mengaku dirinya benar-benar disiplin melakukannya.
Tiga jam setiap hari. Dia juga tidak merokok. Makanya, Ical paling marah
kalau melihat pegawainya merokok.
Tentang perekonomian nasional, menurutnya, bisa tumbuh lebih cepat
dibandingkan sekarang bila pemerintah lebih serius mengembangkan potensi
pasar domestik sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Ekonomi Indonesia sudah ada perbaikan dan kemajuan, tapi ekonomi kita bisa
tumbuh lebih tinggi dari 3,5 persen dengan dukungan ekonomi domestik yang
lebih kuat. Kebijakan memperkuat ekonomi domestik memiliki nilai sangat
strategis bagi pemulihan ekonomi,” katanya menjelaskan. Dikemukakan, pasar
domestik yang kuat akan membantu pelaku usaha di dalam negeri untuk
bersaing dan meningkatkan kinerja mereka yang secara signifikan akan
berdampak pada perluasan kesempatan kerja. ► e-ti/Majalah Tokoh Indonesia
Volume 09
== 1
2 3
==
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|