| |
C © updated
08112004 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
|
|
| |
Nama :
Aburizal Bakrie
Lahir :
Jakarta 15 November 1946
Agama :
Islam
Jabatan:
Ketua Umum Kadin Indonesia
Pendidikan:
S1 Jurusan Elektro ITB tahun 1973.
Ayah:
H Achmad Bakrie
Perusahaan:
Bakrie Group
|
|
| |
|
|
|
|
== 1
2 3
==
Aburizal Bakrie (3)
Indonesia Rebut Kepercayaan Dunia
Jakarta, Kompas - Pemerintah mencatat pertumbuhan investasi, baik
penanaman modal asing maupun dalam negeri, pada kuartal pertama tahun
2005 menjadi 14,5 persen. Akibatnya, Indonesia dinilai telah berhasil
merebut kembali kepercayaan para investor asing untuk menanamkan modal
mereka di Indonesia. Realisasi investasi tersebut menjadi faktor utama
yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,35 persen.
"Pertumbuhan sektor konsumsi jauh lebih kecil dibandingkan investasi.
Menarik sekali, beberapa surat kabar di dunia memberitakan bahwa minat
untuk investasi ke Indonesia semakin besar. Jadi kepercayaan investor
asing sudah dapat kita rebut kembali," kata Menteri Koordinator
Perekonomian Aburizal Bakrie saat memaparkan Kinerja Perekonomian
Indonesia Enam Bulan Kabinet Indonesia Bersatu di Jakarta, Senin (23/5).
Aburizal menegaskan, mengawali pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono-Jusuf Kalla pada kuartal IV Tahun 2004, pertumbuhan ekonomi
meningkat menjadi 6,6 persen, jauh melebihi angka perkiraan semula yang
ditetapkan sebesar 5 persen. Memasuki kuartal pertama 2005, pertumbuhan
kembali meningkat hingga mencapai 6,35 persen.
"Kami mengharapkan target pertumbuhan rata-rata per tahun 6,6 persen
akan tercapai. Dengan demikian, pada lima tahun mendatang Indonesia
dapat menghapuskan jumlah pengangguran separuhnya dan juga separuh orang
miskin berkurang," kata Aburizal.
Pada sektor investasi, Indonesia mencatat beberapa perkembangan penting,
seperti keputusan Suzuki Motor Corporation yang menetapkan Indonesia
sebagai pabrik induk bagi pembuatan mobil APV Suzuki untuk diekspor ke
seluruh dunia. Selain itu, tercatat adanya pembelian perusahaan rokok
Sampoerna oleh Phillip Morris.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat persetujuan investasi
pada triwulan pertama tahun 2005 meningkat tajam. Pertumbuhannya
meningkat 190 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2004.
"Pada bulan Agustus nanti akan datang para pengusaha kecil dan menengah
Jepang yang diharapkan akan bekerja sama dengan UKM Indonesia untuk
membentuk industri penunjang dari industri otomotif dan elektronik. Itu
bukti adanya minat yang sangat besar terhadap Indonesia," katanya.
Investasi baru
BKPM mencatat sebagian besar persetujuan investasi merupakan investasi
baru dari dalam negeri yang mencapai Rp 7,2 triliun atau meningkat 61,75
persen dibandingkan dengan persetujuan investasi baru yang dicapai pada
triwulan pertama tahun 2004. Bahkan untuk investasi baru asing terjadi
peningkatan hampir lima kali lipat dari Rp 453,9 miliar pada triwulan
pertama tahun 2004 menjadi Rp 2,7 triliun pada triwulan pertama 2005.
Investasi baru penanaman modal dalam negeri yang disetujui pada sektor
usaha jasa, industri makanan, perkebunan, dan utilitas. Penanaman modal
asing yang disetujui pada sektor farmasi, kimia, dan pertambangan.
Aburizal mengatakan, dari sisi konsumsi, pertumbuhan ekonomi Indonesia
didorong oleh pertumbuhan konsumsi listrik yang mencapai 12,2 persen,
atau mendekati konsumsi listrik sebelum krisis yang mencapai 14 persen.
Indikator penjualan mobil juga menunjukkan peningkatan lebih dari 40
persen, sepeda motor lebih dari 35 persen, dan semen 8,75 persen.
"Jadi pertumbuhannya jauh lebih baik dari ekspektasi yang kita harapkan.
Kinerja perbankan membaik dari semua ukuran, terutama loan to deposite
ratio dan permodalannya," kata Aburizal.
Pengangguran
Aburizal mengakui Indonesia belum dapat melepaskan diri dari
pengangguran secara total pada tahun anggaran 2005. Hal itu disebabkan
dalam enam bulan mendatang angka pengangguran akan tetap tinggi,
sementara jumlah lapangan kerja yang tercipta terbatas.
"Dengan angka pertumbuhan 6 persen, lapangan kerja yang tercipta akan
sama dengan masuknya angkatan kerja baru. Dengan demikian, kita belum
bisa mencapai pengurangan jumlah pengangguran. Karenanya, pemerintah
merencanakan pencapaian pertumbuhan rata-rata per tahun 6,6 persen dalam
lima tahun mendatang," kata Aburizal.
Staf Ahli Menko Perekonomian M Ikhsan mengatakan, APBN 2005 hingga April
dilaporkan masih surplus. Tetapi itu merupakan fenomena sementara karena
tak semua pengeluaran pemerintah yang sudah dianggarkan dapat
direalisasikan saat ini akibat perubahan dari sistem pelaksanaan
anggaran.
"Pencairan pengeluaran pemerintah untuk lembaga dan departemen baru
menjadi sangat terlambat karena Indonesia menganut anggaran yang
berbasis kinerja." (Kompas, 25 Mei 2005)
== 1
2 3
==
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|