BERITA TOKOH INDONESIA
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Berita KIB
 ► Berita Tsunami
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
Presiden SBY:

Bencana Jangan Dipolitisasi


Jakarta, 29/05/06: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar semua pihak agar jangan memolitisasi penanganan bencana hanya karena pemerintah tidak mengumumkan musibah gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah sebagai bencana nasional. "Saya tidak ingin ini menjadi isu politik. Ini masalah kemanusiaan," kata Presiden di Gedung Agung Yogyakarta, Senin (29/5) malam.


Hal itu dikemukakan Presiden menanggapi komentar sejumlah pihak yang mempertanyakan pemerintah karena tidak menetapkan musibah gempa ini sebagai musibah nasional meski jumlah korban telah mencapai ribuan orang.
“Hendaknya bencana jangan dilihat dengan statusnya, tetapi dari upaya penanganan yang dilakukan sebab sejak hari pertama bencana semua sistem telah bekerja, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah pusat,” kata Presiden.


Bantuan Rp 30 juta
Sementara itu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Jakarta Senin 29/5 menegaskan, pemerintah akan memberikan bantuan Rp 30 juta per keluarga untuk pembangunan kembali rumah penduduk yang rusak berat dan Rp 10 juta per keluarga untuk yang rumahnya rusak ringan. Wapres mengatakan, warga bisa membangun sendiri rumahnya secara bergotong-royong dan pemerintah membantunya dengan dana rekonstruksi, yang akan dikucurkan dalam dua tahap.


Di samping itu, menurut Wapres, pemerintah akan memberikan bantuan kebutuhan hidup sebesar Rp 1 juta per keluarga (jika satu keluarga mempunyai anggota lima orang) per bulan kepada sekitar 50.000 penduduk Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menjadi korban bencana.


Bantuan Rp 1 juta, antara lain, untuk bagi kebutuhan pakaian Rp 100.000 dan pembelian peralatan rumah tangga Rp 100.000, serta beras 60 kilogram per keluarga plus lauk pauk per bulan. Untuk itu, pemerintah menganggarkan dana tanggap darurat Rp 75 miliar untuk tiga bulan pertama.


Wapres menjelaskan, pemerintah sengaja memberikan bantuan berupa uang supaya ekonomi masyarakat setempat dapat berjalan. Masyarakat bisa memilih kebutuhannya, juga dapat muncul penjual dan pembeli sehingga aktivitas ekonomi tumbuh lagi.


Sementara itu, Menkokesra Aburizal Bakrie mengatakan, masa tanggap darurat selama tiga bulan. Selama masa tanggap darurat itu pemerintah akan memasok bantuan makanan kepada korban. Penanganan jenazah dan pasien yang terluka harus selesai sepuluh hari. *ti

  BERITA LAINNYA  
= Presiden SBY: Bencana Jangan Dipolitisasi
= Gempa Yogya Tewaskan 4.611 Orang
= Buron BLBI Ditangkap di AS
= Purnawirawan TNI-AD Tolak MoU Aceh

= Damai, Damai, Damailah Aceh
= DPR Pilih Anggota Komisi Yudisial

= Aljazair Anugerahkan Medali kepada 13 Tokoh Indonesia.
= 36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM

= Harga BBM Naik

= Tidak Semua Eselon I Akan Diganti

= Kementerian Negara Kominfo Jadi Departemen

= Ical, Sugiharto, dan Suryadharma Dapat Nilai Terendah

= M Samsul Arif, Kinerja Belum Sentuh Substansi

= Presiden Tak Pernah Janji Soal 100 Hari

= Dikritik, SBY Ngaku Lapang Hati

= Paul Sutaryono: 100 Hari Pemerintah dan Industri Perbankan