ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
SURAT

RD Tussy T Atmadibrata

Jangan Remehkan Ibu Rumah Tangga 


Jangan dikira mayoritas ibu-ibu rumah tangga hanya bisa menentukan pilihan calon presiden pada sosok yang dianggap memiliki kelebihan fisik tertentu. Bila benar-benar dicermati dan meluangkan waktu untuk bicara, maka akan dapat dibuat satu peta politik yang cukup beragam.

Pada satu kesempatan berkumpul dengan ibu-ibu pengajian, cerita tentang pilihan capres bergulir. Ibu Zaenal, rekan saya yang ketua pengajian, datang terlambat dan dengan terengah-engah menjelaskan bahwa baru saja usai mengikuti kampanye Megawati. Ibu-ibu lain serempak bersorak dan meledek. Maklum, sebelumnya si ibu adalah pendukung berat Wiranto. Ia pernah bilang, di tangan presiden militer dipastikan negara akan aman, tenteram dan tertib.

Lalu kenapa rekan saya itu berubah pikiran? Rupanya ia kena pengaruh suaminya. Pak Zaenal, suami ibu Zaenal, mengingatkan betapa tak enaknya zaman Orde Baru dulu. Meski terlihat tenteram dan aman, tapi itu cuma di permukaan saja. Kenyataannya, rakyat di bawah tekanan maha dahsyat dan ketika reformasi bergulir, rakyat pula yang harus membayar paling mahal.

Lalu saya tanya kenapa ibu Zaenal kini mendukung Megawati? Alasannya ternyata sangat sederhana. “Megawati itu ‘kan ibu rumah tangga seperti saya, pasti dong ia doyan belanja dan pengennya beli dengan harga murah. Saya yakin pasti diusahakan agar harga sembako tidak naik. Buktinya waktu kampanye di pasar beberapa waktu lalu, Megawati sempat belanja kacang yang harganya ditawar separuh harga," kata rekan saya itu yang kami sambut dengan tawa sambil mengiyakan.

Nah, cerita saya di atas adalah salah satu situasi dan kondisi yang dihadapi ibu-ibu sekarang. Pemilih perempuan, terutama ibu-ibu, memiliki karakteristik unik. Mereka sangat terpengaruh dengan lingkungan dan isu-isu yang beredar. Padahal, jumlah pemilih perempuan jauh lebih banyak dari laki-laki, Seharusnyalah suara kami (ibu- ibu/perempuan) diperhitungkan. Bayangkan saja, sekarang saja Indonesia dipimpin seorang perempuan. Makanya, jangan remehkan kemampuan perempuan, terutama ibu rumah tangga.

RD Tussy T Atmadibrata
(Cikini, Jakarta pusat)
e-mail: republik-ku@hotmail.com

  **e-ti/tsl
  WAWANCARA  

:: Siswono Y. Husodo

:: Panji Gumilang,AS

:: AT Mahmud

:: Azwir Dainy Tara

:: Rokhmin Dahuri

:: Yusril Izha Mahendra

:: Theo L Sambuaga

:: Hidayat Nur Wahid

:: Slamet E. Jusuf

:: Bachtiar Chamsyah

:: Jusuf Kalla

:: Abdul Khaliq Ahmad

:: Alinafiah, MBA

:: Tambunan RO

:: Soenarno

:: Adang Ruchiatna

:: Alwi Shihab

:: Hatta Rajasa

:: Matori Abdul Djalil

:: Bagir Manan

:: Ali Sadikin

:: Satrio Billy Joedono

:: Butet Kertaradjasa

:: Aberson Sihaloho

 

 

 

 

 
Copyright © 2002-2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero