ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
 
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  B E R I T A
 ► Berita
 ► Wawancara
 ► Opini
 ► Editorial
 ► Resensi
 ► Leadership
 ► Pernikahan
 ► Sebelumnya
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 

 


 
Terpilih

Pimpinan DPR dan DPD 2004-2009


Jakarta 02/10/2004: Ketua DPP Partai Golkar  Agung Laksono terpilih sebagai Ketua DPR-RI periode 2004-2009. Sementara Mantan Mentanben dan Wakil Ketua MPR Ginandjar Kartasasmita terpilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode yang sama.

 

Agung Laksono terpilih satu paket (Paket A) dengan tiga Wakil Ketua DPR yakni Soetardjo Soerjogoeritno (PDI-P), Muhaimin Iskandar (PKB) dan Zaenal Ma'arif (PBR) yang dicalonkan Koalisi Kebangsaan (Partai Golkar, PDIP, PBR dan PDS).

Paket A ini mengalahkan calon Paket B yakni Endin AJ Soefihara (PPP) bersama EE Mangindaan (Partai Demokrat), Ahmad Farhan Hamid (PAN), dan Ali Masykur Musa (PKB) dicalonkan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (Partai Bulan Bintang, Partai Persatuan Demokrasi dan Kebangsaan, Partai Pelopor, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, dan PNI Marhaenisme).

Dalam rapat paripurna pemungutan suara yang dipimpin Pimpinan Sementara DPR Agung Laksono dan Yakobus Kamarlo Mayangpadang (PDI-P), yang berlangsung sejak pukul 19.00 Wib Jumat 1 Oktober hingga dini hari Sabtu 2 Oktober 2004, itu Paket A mendapat 280 suara, mengalahkan Paket B Endin yang mendapat 257 suara. Empat suara abstain dan enam suara tidak sah. Total suara 547. Dipercaya m,enjadi saksi perhitungan suara Marisa Haque dari Paket A dan Angelina Sondakh dari Paket B. Kedua saksi beberapa kali sempat berdebat soal keabsahan surat suara dalam proses perhitungan suara yang terasa tegang berhubung perbedaan perolehan suara yang sempat tipis dan saling berlomba.

Ketatnya perbedaan perolehan suara itu tak terlepas dari menyeberangnya F-PPP dari Koalisi Kebangsaan yang ditawari menjadi calon ketua DPR oleh partai-partai ‘Koalisi Kerakyatan’ pendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden. Menyeberangnya PPP ke kubu Koalisi Kerakyatan mengurangi kekuatan Koalisi Kebangsaan, yang dalam pembahasan Tata Tertib (Tatib) DPR sebelumnya kompak.

Namun Koalisi kebangsaan tampak tidak kehilangan akal dengan mencalonkan Muhaimin Iskandar dari PKB, kendati F-PKB secara resmi justru mencalonkan Ali Masykur Musa dalam Paket B. Strategi ini yang tampaknya mendapat dukungan dari Ketua Dewan Syuro PKB KH Abdurrahman Wahid telah memperkuat posisi Koalisi Kebangsaan (Paket A).

 

Pimpinan DPD

Sementara Ginandjar Kartasasmita, anggota DPD dari Jawa Barat terpilih sebagai ketua DPD didampingi Irman Gusman dan La Ode Ida sebagai wakil ketua.

 

Ginandjar terpilih setelah melewati tiga tahap pemilihan dalam Rapat Paripurna DPD yang dipimpin Ketua Sementara Mooryati Soedibyo (DKI Jakarta) dan Muhammad Nasir (Jambi) itu, Jumat 1 Oktober 2004.


Dari 128 suara anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ginandjar, meraih 72 suara, mengalahkan Irman Gusman dari Sumatera Barat, yang mendapat 54 suara. Satu suara tidak sah dan satu suara kosong.

Sejak pemilihan putaran pertama, Ginandjar sudah menggunguli pesaingnya. Ginandjar meraih 49 suara, disusul Irman Gusman 29 suara, Sarwono Kusumaatmadja (DKI Jakarta) 22 suara, La Ode Ida (Sulawesi Tenggara) 18 suara, Harun Al Rasyid (NTB) dua suara, Kasmir Tri Putra (Lampung) dan Muhammad Nasir masing-masing satu suara, serta lima suara dinyatakan tidak sah dan satu suara lainnya kosong.
 

Berhubung belum ada calon meraih lebih 50 persen suara, sesuai Tata Tertib DPD pemilihan dilanjutkan ke putara kedua.Sebelum memasuki putaran dua, tiga calon menyatakan mundur. Sehinga hanya tiga calon yang maju, yakni Ginandjar, Irman Gusman dan Sarwono.

Dalam putaran kedua, Ginandjar kembali meraih suara terbanyak dengan 59 suara, disusul Irman Gusman 43 suara dan Sarwono 26 suara. Karena belum ada juga calon meraih suara di atas 50 persen, pemilihan ketiga digelar diikuti dua calon teratas. Sarwono tereliminasi.

Di putaran ketiga, Ginandjar kembali unggul dengan meraih 72 suara, dan Irman 54 suara. Satu suara tidak sah dan satu suara kosong.

Setelah itu dilanjutkan pemilihan wakil ketua DPD. Pada pemilihan Wakil Ketua mewakili wilayah Barat terpilih Irman Gusman (50 suara), mengalahkan Nurdin Tampubolon (25 suara), Kasmir Tri Putra (23 suara), Malik Raden (14 suara), Bambang Suroso (delapan suara), dan Mediati Hafni Hanum (satu suara). Sementara mewakili wilayah timur, terpilih La Ode Ida. *e-ti

  MAJALAH  

MTI 14

Majalah Tokoh Indonesia 14

TOKOH UTAMA: Jusuf Kalla Pendulang Suara Putaran kedua = Kader Golkar 39 Tahun = Negarawan yang Relijius = SBY-JK Solusi = WAWANCARA: Jusuf Kalla, 74% Rakyat Ingin Perubahan = OPINI TOKOH: Rauf Purnama, Nilai Tambah SDA = BERITA: SBY-JK Terima Mandat Perubahan = KAPUR SIRIH: Dulang Suara = SELEBRITI: Camelia Malik = SURAT: Laurence Manullang dll. Dapatkan di Toko Buku dan Agen Harga Rp 14.000 (Luar Jabotabek Rp.15.000)

 

MTI 13

Majalah Tokoh Indonesia 13

►TOKOH UTAMA: Laurence Manullang, Top Eksekutif Keuangan Dunia = Kisah Sukses Yatim-Piatu dari Narumonda = BUMN dan Pisau Analisa CONICS = Budaya dan Etos Kerja ► WAWANCARA: Azyumardi Azra, Kokohkan Diri Pembaharu Islam ► SELEBRITI: Ari Wibowo Bintang nan Bersinar ► BERITA: Jelang Pilpres Putaran Kedua ► KAPUR SIRIH: Hentikan Korupsi ► SURAT: Emha Ainun Najib dll. Dapatkan di Toko Buku dan Agen Harga Rp 14.000 (Luar Jabotabek Rp.15.000)

 

 

 

 

 
Copyright © 2004 Ensiklopedi Tokoh Indonesia. All right reserved. Design and Maintenance by Esero