A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
:: Beranda :: Berita :: Profesi :: Politisi :: Pejabat :: Pengusaha :: Pemuka :: Selebriti :: Aneka ::
 
  A N E K A
 ► Aneka
 ► Alumni
 ► Ratu Indonesia
 ► Ratu ASEAN
 ► Sang Juara
 ► Maestro
 ► Penghargaan
 ► Ratu Dunia
 ► Tokoh Dunia
 ► Penemu
 ► Hadiah Nobel
 ► Pengasuh
 ► Iklan
 ► Search
 ► Poling Tokoh
 ► Selamat HUT
 ► Pernikahan
 ► In Memoriam
 ► Majalah TI
 ► Redaksi
 ► Buku Tamu
 


 
AWARD  
PENGHARGAAN  
   

Yap Thiam Hien Award

:: 2003 :: Maria Margaretha Hartiningsih

:: 2002 :: Wiji Thukul, Penyair

:: 2001 :: Suraya Kamuruzzaman &

                 Ester Jusuf Purba

:: 2000 :: The Urban Poor Consortium

:: 1999 :: Sarah Lerry Mboeik &

                Mama Yosefa Alomang

:: 1998 :: Kontras & Farida Hariyani

:: 1997 :: Tidak ada

:: 1996 :: Sandyawan Sumardi SJ

:: 1995 :: Petani Jengawah &

                Ade Rostina Sitompul

:: 1994 :: Trimoelja D Soerjadi

:: 1993 :: Marsinah

:: 1992 :: Haji Mahidin, HCJ Princen &

                Johny Simanjuntak

 

Anugerah Cipta Utama

:: 2002 :: Ali Sadikin

 

:: Budaya Parama Dharma

2003 :: Teuku Abdullah

 

Drs. Teuku Abdullah, Sm.Hk

Pelestari Sastra Aceh

Jasa-jasanya mendorong, mengembangkan dan melestarikan naskah-naskah sastra lama Aceh yang hampir punah menempatkannya sebagai orang yang patut dianugrahi bintang Budaya Parama Dharma dari Pemerintah Indonesia (Agustus 2003). Sastrawan kelahiran di Pidie, Aceh, 13 September 1954, ini berhasil mengalihaksarakan (transliterasi) 25 judul hikayat/tambeh/nazam Aceh, dari huruf Arab Melayu ke huruf Latin.

 

Bang Ali

Peroleh Anugerah Cipta Utama

Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (75) menjadi orang pertama penerima "Anugerah Cipta Utama" dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Sabtu (24/8/02). Penghargaan itu diberikan karena keputusan Ali Sadikin ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta mendirikan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) tahun 1968, dinilai oleh DKJ sebagai keputusan yang luar biasa, dan menjadi sebuah monumen besar.
Sementara itu, sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Goenawan Mohammad dan Prof Dr Syafi'i Maarif diusulkan menjadi anggota lembaga Akademi Jakarta.

Penghargaan LH

Penerima Kalpataru dan Adipura 2008

Jakarta Kamis, 5 Juni 2008: Sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas peran warga atau kelompok masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerahkan penghargaan Kalpataru dan Adipura di Istana Negara. Kamis (5/6) pagi di Istana Negara.

 

HJC Princen

Haji Belanda Pejuang HAM

Haji Johannes Cornelis Princen kelahiran Den Haag, Belanda 21 November 1925, tokoh pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) dan demokrasi yang konsisten berjuang sejak jaman kolonial Belanda, era demokrasi terpimpin, era Orde Baru dan era reformasi. Dia meninggal dunia pada Jumat 22 Februari 2002.

 

Dewi Lailatul Badriah

Ibu Teladan Indonesia 2003

Dr Hj Dewi Lailatul Badriah MSc Mkes, berhasil meraih Ibu Teladan Indonesia 2003 dengan mengungguli empat finalis lainnya yang sebelumnya disaring dari 14 semifinalis dan 103 peserta. Dewi, seorang ibu berprestasi, ini ingin membuat klinik bersalin dan Puskesmas yang memberi pelayanan gratis bagi orang-orang tidak tidak mampu.

 

Maria Margaretha Hartiningsih

Wartawan Pejuang HAM

Untuk pertama kalinya seorang wartawan mendapat penghargaan Yap Thiam Hien Human Rights Award 2003. Wartawan senior harian Kompas, ini dinilai sebagai jurnalis yang sangat konsisten dalam penulisan memperjuangkan hak asasi manusia, yang penuh dengan kepekaan dan komitmen membela mereka yang lemah dan terpinggirkan.

 

Wiji Thukul, Penyair

Penerima Yap Thiam Hien Award 2002

Penyair asal Solo, Jawa Tengah, Wiji Thukul dianugerahi Yap Thiam Hien Award 2002. Wiji Thukul yang hilang sejak tahun 1998, dikenal melalui puisi-puisinya yang selalu berusaha mengungkapkan berbagai ketidakadilan dan pengingkaran harkat dan martabat manusia. Ia terpilih karena kegigihannya dalam pemajuan dan perlindungan hak-hak asasi manusia.